Kodaeral XIV Datangi SMA Averos: Jadi Prajurit TNI AL Ternyata Dimulai dari Bangku Sekolah, Bukan dari Film Aksi
SORONG – Menjadi prajurit TNI Angkatan Laut memang tidak bisa instan. Tidak cukup bermodal semangat, apalagi hanya karena sering menonton film bertema militer. Itulah sebabnya Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Sorong turun langsung ke SMA Averos Sorong, Papua Barat Daya, untuk mengenalkan lebih dekat dunia keprajuritan kepada para pelajar.
Lewat kegiatan sosialisasi penerimaan calon Taruna, Bintara, dan Tamtama TNI AL, Sabtu (18/7/2026), para siswa diajak memahami bahwa menjadi prajurit bukan sekadar mengenakan seragam gagah, tetapi juga tentang kesiapan mengabdi kepada bangsa dan negara.
Sosialisasi dipimpin Asisten Personel (Aspers) Kodaeral XIV Sorong Kolonel Laut (P) Mohammad Ilham Agus, M.Tr.Opsla. Dalam kesempatan itu, para siswa mendapat penjelasan mengenai jalur penerimaan, persyaratan administrasi, tahapan seleksi, hingga bekal yang harus dipersiapkan sejak dini.
Pesannya sederhana, tetapi penting. Mempersiapkan diri menjadi prajurit tidak dimulai ketika pendaftaran dibuka, melainkan jauh sebelumnya. Nilai akademik harus dijaga, kondisi fisik dilatih, kesehatan diperhatikan, dan mental ditempa agar siap menghadapi setiap tahapan seleksi.
Tim sosialisasi juga mengingatkan bahwa proses penerimaan TNI AL memiliki aturan dan mekanisme yang harus diikuti secara resmi. Karena itu, para siswa yang memiliki cita-cita mengenakan seragam biru laut diminta memanfaatkan kesempatan dengan baik dan mempersiapkan diri secara maksimal.
Kegiatan seperti ini menjadi cara yang efektif untuk membuka wawasan para pelajar. Sebab tidak semua siswa mengetahui bahwa peluang menjadi prajurit TNI AL terbuka bagi putra-putri daerah yang memenuhi persyaratan. Informasi yang benar sejak di bangku sekolah juga membantu menghindarkan calon peserta dari berbagai informasi keliru atau janji-janji yang tidak bertanggung jawab.
Harapannya, semakin banyak generasi muda Papua, khususnya dari wilayah Sorong, yang berani bercita-cita tinggi dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk bergabung menjadi prajurit TNI Angkatan Laut.
Karena pada akhirnya, seragam kebanggaan itu bukan hadiah yang datang begitu saja. Ia adalah hasil dari disiplin, kerja keras, dan latihan panjang. Sosialisasi ini hanyalah langkah pertama, sementara langkah berikutnya sepenuhnya berada di tangan para siswa yang berani mengejar impiannya.(***)







