Silaturahmi Antarinstansi Jangan Berhenti di Foto Bersama

Silaturahmi Antarinstansi Jangan Berhenti di Foto Bersama

Di birokrasi Indonesia, ada satu agenda yang hampir selalu berhasil menciptakan suasana hangat: silaturahmi. Lengkap dengan senyum, jabat tangan, obrolan penuh semangat, lalu ditutup dengan foto bersama yang rapi. Semua tampak akrab, semua tampak kompak.

Begitu pula saat Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu bersilaturahmi dengan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau. Pertemuan berlangsung hangat dan membahas pentingnya sinergi untuk mendukung pembangunan, menjaga stabilitas wilayah, hingga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Tidak ada yang keliru dengan pertemuan seperti ini. Justru komunikasi lintas instansi memang penting. Sebab, pembangunan tidak mungkin berjalan jika setiap lembaga bekerja sendiri-sendiri.

Namun, masyarakat tentu berharap kata “sinergi” tidak menjadi istilah yang hanya rajin muncul di siaran pers.

Sebab, kata itu sudah sangat sering didengar. Hampir setiap pekan ada kabar tentang penguatan koordinasi, peningkatan kolaborasi, atau komitmen mempererat kerja sama. Yang kadang masih sulit ditemukan adalah dampaknya yang benar-benar terasa di lapangan.

Kalau sinerginya memang semakin solid, semestinya pelayanan publik juga ikut semakin cepat. Urusan pertanahan tidak berlarut-larut, koordinasi pengamanan proyek pembangunan berjalan lancar, dan masyarakat tidak perlu kebingungan ketika menghadapi persoalan yang melibatkan lebih dari satu instansi.

Sayangnya, di mata masyarakat, koordinasi antarinstansi kadang masih seperti estafet. Berkas berpindah dari satu meja ke meja lain, sementara warga hanya bisa menunggu sambil berharap ada yang benar-benar mengambil keputusan.

Karena itu, silaturahmi seperti ini akan jauh lebih bermakna jika menghasilkan langkah-langkah nyata. Tidak harus selalu besar. Kadang, pelayanan yang lebih sederhana, komunikasi yang lebih cepat, dan penyelesaian masalah yang tidak saling lempar kewenangan sudah menjadi bukti bahwa sinergi benar-benar bekerja.

Foto bersama di akhir acara memang penting sebagai simbol kebersamaan. Tetapi ukuran keberhasilan sebuah silaturahmi bukanlah seberapa rapi posisi berdiri saat kamera menyala. Ukurannya adalah apakah setelah pintu ruang pertemuan ditutup, koordinasi tetap berjalan dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

Sebab, publik hari ini tidak kekurangan berita tentang “sinergi”. Yang mereka tunggu adalah hasil dari sinergi itu sendiri.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *