Rumah Delizaro Hampir Selesai, Bukti Harapan Kadang Datang Bersama Suara Palu dan Semen

Rumah Delizaro Hampir Selesai, Bukti Harapan Kadang Datang Bersama Suara Palu dan Semen

Di tengah kabar yang sering dipenuhi urusan politik dan saling lempar janji, ada cerita yang lebih sederhana dari Desa Sisarahili, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara. Sebuah rumah yang dulu masuk kategori tidak layak huni kini hampir selesai direnovasi melalui Program Bakti TNI untuk Rakyat.

Hingga Sabtu (1/8/2026), progres pembangunan rumah milik Delizaro Harefa telah mencapai 90 persen. Artinya, tak lama lagi rumah itu bukan lagi sekadar proyek pembangunan, melainkan tempat pulang yang benar-benar layak untuk dihuni.

Personel Yonzipur I/DD bersama Koramil 07/Alasa dan warga setempat masih berjibaku menyelesaikan tahap akhir pekerjaan. Dinding dicat, lantai dicor, pintu dan jendela dipasang. Gotong royong yang selama ini sering dijadikan slogan, kali ini benar-benar bekerja tanpa perlu banyak spanduk.

Rumah yang direhabilitasi memiliki ukuran 5 x 6 meter dari bangunan awal seluas 5 x 10 meter. Berbagai material seperti tripleks dan cat digunakan untuk menyempurnakan bangunan agar lebih aman, nyaman, dan siap ditempati keluarga Delizaro.

Bagi Delizaro Harefa, perubahan itu bukan hanya soal rumah yang tampak lebih bagus. Ini adalah kesempatan untuk memulai kehidupan dengan tempat tinggal yang lebih layak. Rasa syukur pun disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran TNI, dan masyarakat yang bersama-sama membantu mewujudkan rumah impiannya.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy mengatakan bahwa Program Bakti TNI untuk Rakyat bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian TNI AD dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program ini lahir dari kolaborasi antara prajurit dan warga yang bekerja bersama hingga pembangunan dapat segera dirasakan manfaatnya.

Pada akhirnya, rumah yang layak memang bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar. Dan ketika yang dibangun bukan hanya dinding, tetapi juga rasa aman bagi sebuah keluarga, hasilnya akan selalu lebih berarti daripada sekadar laporan progres yang berhenti di angka persentase.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *