Isi Kemerdekaan Jangan Cuma dengan Upacara, Kata Pj Sekdaprov Sumut: Berkarya Itu Juga Bentuk Nasionalisme

Isi Kemerdekaan Jangan Cuma dengan Upacara, Kata Pj Sekdaprov Sumut: Berkarya Itu Juga Bentuk Nasionalisme

Medan – Bulan Agustus memang selalu identik dengan bendera merah putih, lomba makan kerupuk, balap karung, dan lagu-lagu perjuangan yang kembali menggema di setiap sudut kampung. Tapi, menurut Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, mengisi kemerdekaan seharusnya tidak berhenti di seremoni tahunan.

Saat menghadiri Semarak Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Provinsi Sumut di Jalan Bukit Barisan, Medan, Minggu (2/8/2026), Sulaiman mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan lewat hal-hal yang lebih membumi: berkarya, berprestasi, disiplin, menjaga persatuan, dan peduli kepada sesama.

Kalau dipikir-pikir, ajakan itu memang masuk akal. Sebab kemerdekaan tentu akan terasa lebih berarti jika semangatnya ikut hadir saat bekerja, belajar, melayani masyarakat, hingga menjaga kerukunan. Bukan hanya semangat saat berebut hadiah lomba 17-an.

Sulaiman juga memberikan apresiasi kepada Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumut yang menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, parade sepeda onthel dan senam massal bukan sekadar ajang berkeringat atau nostalgia melihat sepeda lawas berjejer di jalanan. Ada pesan yang ingin dibawa, yakni menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

Senam massal pun dinilai memiliki makna lebih dari sekadar menjaga kebugaran. Di lapangan, semua bergerak dengan irama yang sama tanpa memandang jabatan, profesi, usia, suku, maupun agama. Mungkin memang begitulah persatuan seharusnya terlihat: sederhana, akrab, dan tanpa sekat.

Dalam sambutannya, Sulaiman mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang para pahlawan yang mengorbankan jiwa, raga, harta, bahkan air mata. Karena itu, generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat bagi bangsa.

Parade sepeda onthel sendiri mengambil rute dari Gedung Juang 45 di Jalan Pemuda menuju Pos Bloc Medan di Jalan Bukit Barisan. Di lokasi yang sama, masyarakat dari berbagai kalangan ikut memeriahkan senam massal yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.

Pada akhirnya, semangat kemerdekaan memang tidak selalu harus ditunjukkan lewat pidato panjang atau atribut merah putih yang memenuhi jalanan. Justru akan lebih terasa ketika diwujudkan dalam karya, kepedulian, dan kebiasaan saling menguatkan. Sebab Indonesia tidak hanya dibangun oleh mereka yang dulu merebut kemerdekaan, tetapi juga oleh mereka yang hari ini memilih mengisinya dengan tindakan nyata.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *