Danbrigif 14/Mandala Yudha Pimpin KPLB Serka Ari Afandi, Prestasi Dibalas Pangkat
Lebak – Dalam dunia militer, pangkat bukan sekadar tambahan satu tanda di pundak. Di baliknya ada disiplin, loyalitas, tanggung jawab, dan tentu saja rekam jejak pengabdian yang tidak bisa diperoleh hanya dengan bermodal semangat apel pagi.
Hal itu terlihat dalam Upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) bagi Serka Ari Afandi yang digelar di Markas Brigif 14/Mandala Yudha, Lebak, Sabtu (5/9/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Danbrigif 14/Mandala Yudha Letkol Inf Moch Renaldy Herbowo dan dihadiri para perwira, bintara, tamtama, serta Persit.
KPLB diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, disiplin, serta prestasi yang telah ditunjukkan Serka Ari Afandi selama menjalankan tugas pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Kalau kenaikan pangkat reguler biasanya menunggu masa dan persyaratan yang telah ditentukan, maka KPLB boleh dibilang sebagai bentuk apresiasi khusus. Artinya, ada prestasi yang dianggap layak mendapatkan perhatian lebih. Bukan sekadar naik pangkat karena kalender sudah berganti.
Dalam amanatnya, Danbrigif 14/Mandala Yudha menyampaikan bahwa kenaikan pangkat luar biasa merupakan penghargaan kepada prajurit yang mampu menunjukkan prestasi, disiplin, dan pengabdian melebihi tuntutan tugas yang diembannya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh prajurit bahwa setiap tugas memiliki ruang untuk menghasilkan prestasi. Sebab dalam lingkungan militer, bekerja sesuai perintah memang kewajiban, tetapi memberikan hasil lebih dari yang diharapkan adalah nilai tambah yang tidak datang setiap hari.
Danbrigif berharap capaian yang diraih Serka Ari Afandi dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit Brigif 14/Mandala Yudha untuk terus meningkatkan profesionalisme, semangat juang, dan loyalitas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Penghargaan tersebut juga diharapkan menjadi energi positif bagi satuan dalam menjaga kualitas sumber daya manusia. Sebab kekuatan satuan bukan hanya soal jumlah personel dan kelengkapan perlengkapan, tetapi juga bagaimana setiap prajurit memiliki dorongan untuk memberikan kemampuan terbaiknya.
Bagi Serka Ari Afandi, kenaikan pangkat luar biasa tentu bukan garis akhir. Justru, pangkat baru membawa konsekuensi tanggung jawab yang ikut bertambah.
Dengan demikian, KPLB bukan hanya seremoni menambah tanda kepangkatan. Ia merupakan bentuk penghargaan sekaligus pesan sederhana: prestasi mendapat apresiasi, sementara pangkat baru berarti tanggung jawab baru.
Dan bagi prajurit lainnya, pesannya juga cukup jelas. Kalau ingin mendapatkan penghargaan serupa, rupanya jalan pintasnya memang tidak tersedia. Kerja keras, disiplin, loyalitas, dan prestasi tetap menjadi “senjata utama”.(***)






