Cek Tensi Dulu, Baru Keliling PRSU: RSU Haji Medan Mengajak Warga Lebih Peduli Kesehatan

Cek Tensi Dulu, Baru Keliling PRSU: RSU Haji Medan Mengajak Warga Lebih Peduli Kesehatan

Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) identik dengan aroma kuliner, suara musik yang bersahut-sahutan, dan langkah kaki pengunjung yang seolah tak mengenal lelah. Namun, di tengah hiruk-pikuk itu, ada satu stan yang mengajak orang berhenti sejenak. Bukan untuk membeli makanan atau berburu hadiah, melainkan untuk bertanya satu hal yang sering terlupakan.

“Bagaimana kondisi kesehatan Anda hari ini?”

Stan Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan menjadi salah satu tempat yang cukup ramai disinggahi pengunjung. Ada yang datang karena penasaran, ada yang sekadar ingin mengukur tekanan darah, dan ada pula yang akhirnya sadar bahwa tubuh juga perlu diperiksa, bukan hanya ponsel yang rutin dicek setiap beberapa menit.

Petugas RSU Haji Medan melayani pemeriksaan tekanan darah secara gratis, memberikan konsultasi kesehatan dasar, hingga membagikan informasi mengenai pencegahan berbagai penyakit. Khusus pada Sabtu dan Minggu, layanan itu bertambah dengan pemeriksaan gula darah sewaktu tanpa dipungut biaya.

Lucunya, banyak pengunjung awalnya hanya berniat lewat. Namun begitu melihat tulisan “cek kesehatan gratis”, langkah mereka otomatis melambat. Dalam urusan kesehatan, kata “gratis” memang sering kali menjadi pengingat paling ampuh bahwa menjaga tubuh tak selalu harus mahal.

Menurut Adit, staf RSU Haji Medan, kehadiran rumah sakit di PRSU bukan sekadar membuka stan pameran. Tujuannya lebih besar, yakni mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan bahwa fasilitas medis di Sumatera Utara kini terus berkembang.

“Melalui keikutsertaan di PRSU ini, kami ingin masyarakat mengetahui bahwa RSU Haji Medan memiliki fasilitas medis yang lengkap. Jadi, tidak perlu selalu berpikir harus berobat ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan yang baik,” ujarnya.

Pesan itu terasa relevan. Selama ini masih ada anggapan bahwa pengobatan berkualitas hanya bisa ditemukan di negara lain. Padahal, berbagai layanan modern kini juga tersedia di daerah sendiri.

Di stan tersebut, pengunjung dapat mengenal layanan Primary PCI untuk penanganan serangan jantung selama 24 jam, fasilitas hemodialisa (cuci darah), hingga berbagai pelayanan spesialis yang terus dikembangkan. Semua diperkenalkan dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal nama layanannya, tetapi juga memahami manfaatnya.

Yang menarik, suasana di stan ini jauh dari kesan kaku seperti ruang rumah sakit. Orang datang sambil membawa minuman, anak-anak berlarian di sekitar arena, sementara orang tua duduk santai menunggu giliran memeriksa tekanan darah. Di sela-sela menikmati hiburan PRSU, mereka juga menyempatkan diri memastikan kondisi tubuh tetap baik.

Barangkali inilah satirenya. Kita sering rela mengantre panjang demi mencicipi makanan yang sedang viral, tetapi menunda pemeriksaan kesehatan hanya karena merasa “belum sakit”. Padahal, penyakit sering datang tanpa mengirim undangan terlebih dahulu.

Melalui kehadirannya di PRSU ke-50, RSU Haji Medan ingin mengubah cara pandang itu. Bahwa menjaga kesehatan tidak harus menunggu keluhan muncul. Pemeriksaan sederhana bisa menjadi langkah awal untuk mencegah masalah yang lebih besar.

Akhirnya, PRSU tahun ini bukan hanya menjadi tempat mencari hiburan, tetapi juga ruang belajar tentang pentingnya mencintai diri sendiri. Sebab menikmati konser, mencicipi kuliner, dan berkeliling arena memang menyenangkan. Namun akan lebih nikmat jika semua itu dilakukan dengan tubuh yang sehat.

Dan mungkin, oleh-oleh terbaik dari PRSU bukan hanya tas belanja yang penuh, melainkan keyakinan bahwa pelayanan kesehatan berkualitas juga bisa ditemukan di rumah sendiri, di Sumatera Utara.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *