Bapenda UPT VII dan Medan Marelan Kompak Bergerak, Karena Peringkat 14 Bukan Tempat untuk Berhenti

Bapenda UPT VII dan Medan Marelan Kompak Bergerak, Karena Peringkat 14 Bukan Tempat untuk Berhenti

Medan – Dalam dunia olahraga, naik peringkat selalu menjadi kabar baik. Tetapi dalam urusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), naik peringkat bukan alasan untuk mengendurkan langkah. Justru itu menjadi motivasi agar capaian berikutnya lebih baik lagi.

Semangat itulah yang terlihat saat Kepala UPT Wilayah VII Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, Yance Irawan Nasution, S.Sos., M.M., didampingi Koordinator PBB dan seluruh jajaran UPT Wilayah VII, mengikuti apel bersama di Kantor Lurah Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (19/6/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Camat Medan Marelan, Zulkifli S. Pulungan, S.STP., M.AP., dan diikuti para lurah, ASN, PPPK, kepala lingkungan, serta jajaran Bapenda UPT VII. Namun, apel kali ini bukan sekadar memastikan barisan berdiri tegap. Ada target yang ingin dicapai bersama, yakni meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor Pajak Bumi dan Bangunan.

Dalam arahannya, Camat Medan Marelan menyampaikan bahwa realisasi PBB di wilayahnya telah berhasil menembus peringkat ke-14 se-Kota Medan. Sebuah capaian yang menunjukkan hasil dari sinergi antara Bapenda dan jajaran kewilayahan, meski masih menyisakan ruang yang cukup lebar untuk terus naik.

Satire kecilnya begini. Peringkat ke-14 memang lebih baik daripada berada di papan bawah. Tapi kalau sudah tahu jalan menuju tangga peringkat, tentu sayang kalau berhenti di anak tangga yang sama. Masih banyak ruang untuk naik, dan itu hanya bisa dicapai kalau semua tetap bergerak.

Kepala UPT Wilayah VII, Yance Irawan Nasution, mengingatkan bahwa kunci peningkatan PBB bukan hanya berada di tangan petugas Bapenda. Peran lurah dan kepala lingkungan juga sangat menentukan karena mereka adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, koordinasi yang kuat dan komunikasi yang baik akan mempermudah proses sosialisasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Sebab, membangun kepatuhan jauh lebih efektif melalui pendekatan yang persuasif daripada sekadar mengingatkan saat jatuh tempo.

Bapenda Kota Medan sendiri terus mendorong kolaborasi lintas kewilayahan sebagai strategi untuk mempercepat realisasi PBB. Karena pada akhirnya, target penerimaan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Apel bersama di Medan Marelan ini menjadi bukti bahwa semangat membangun PAD dimulai dari koordinasi yang solid. Ketika Bapenda, kecamatan, lurah, dan kepala lingkungan melangkah dalam tujuan yang sama, target PBB bukan lagi sekadar angka di laporan, melainkan wujud nyata gotong royong untuk mendukung pembangunan Kota Medan.

Karena pada akhirnya, setiap kenaikan peringkat bukanlah garis akhir. Itu hanyalah pengingat bahwa masih ada langkah berikutnya yang harus ditempuh. Dan Bapenda UPT Wilayah VII tampaknya memilih terus bergerak, agar Medan Marelan tidak hanya dikenal sebagai wilayah yang naik peringkat, tetapi juga sebagai wilayah yang terus menumbuhkan budaya taat pajak.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *