Rico Waas Titip Pesan Sportivitas di Lintasan BMX, Sebab Menang Tanpa Etika Tak Ada Gunanya

Rico Waas Titip Pesan Sportivitas di Lintasan BMX, Sebab Menang Tanpa Etika Tak Ada Gunanya

MEDAN – Di tengah deru ban yang siap menggores aspal dan adrenalin para pembalap yang memuncak, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan satu hal yang sering terlupakan saat perlombaan dimulai: sportivitas.

Sebab di lintasan balap, mengejar garis finis memang penting. Namun, menurut Rico Waas, karakter yang ditunjukkan selama bertanding jauh lebih menentukan daripada sekadar berdiri di podium. Medali bisa berdebu di lemari, tetapi sikap baik akan terus dikenang.

Pesan itu disampaikan melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, T. Chairuniza, saat membuka BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan 2026 di Jalan Masjid Raya, Sabtu (1/8).

Kejuaraan ini dihadiri Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal, Sultan Deli XIV Sultan Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam Shah, Camat Medan Area Dedy Rustam Alamsyah, unsur Forkopimcam, jajaran KNPI Kota Medan, panitia, serta ratusan atlet yang siap menguji kemampuan mereka di lintasan.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Chairuniza, Rico Waas menyampaikan apresiasi kepada KONI Kota Medan, panitia, komunitas BMX, dan seluruh pihak yang telah bergotong royong menghadirkan ajang kompetisi tersebut.

Menurutnya, pembinaan olahraga tidak cukup hanya dengan latihan rutin. Atlet juga membutuhkan panggung untuk mengukur kemampuan, mengasah mental bertanding, sekaligus belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

“Olahraga bukan hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter melalui disiplin, kerja keras, keberanian, sportivitas, dan semangat pantang menyerah,” demikian pesan Wali Kota yang dibacakan Chairuniza.

Kalimat itu terasa sederhana, tetapi cukup relevan di zaman ketika kadang ada yang lebih sibuk mencari alasan kalah daripada memperbaiki latihan. Padahal, lintasan balap tak pernah bisa dibohongi. Yang berbicara tetap kemampuan, persiapan, dan keberanian.

Rico Waas berharap BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan menjadi ruang lahirnya atlet-atlet baru yang mampu membawa nama Kota Medan ke level provinsi, nasional, bahkan internasional.

Pemko Medan, lanjutnya, berkomitmen memperkuat pembinaan olahraga melalui penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan serta mempererat sinergi dengan KONI, pengurus cabang olahraga, sekolah, hingga komunitas.

“Semakin banyak ruang bagi atlet untuk berkembang, semakin besar pula peluang lahirnya prestasi,” ujar Chairuniza.

Tak hanya kepada para pembalap, Pemko Medan juga mengajak masyarakat ikut memberi dukungan terhadap perkembangan olahraga. Sebab, atlet hebat tidak lahir sendirian. Mereka tumbuh dari lingkungan yang percaya, memberi kesempatan, dan terus mendukung, bahkan ketika belum membawa pulang piala.

Rico Waas pun berharap kejuaraan ini berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi titik awal lahirnya bibit-bibit atlet BMX yang kelak menjadi kebanggaan Kota Medan.

Pembukaan kejuaraan ditandai dengan aksi simbolis bersepeda BMX yang dilakukan Kadispora T. Chairuniza bersama Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal dan Sultan Deli XIV Sultan Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam Shah. Ketiganya kemudian melepas peserta pertama, menandai dimulainya persaingan di lintasan yang diharapkan bukan hanya melahirkan juara tercepat, tetapi juga atlet dengan sportivitas terbaik.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *