Matabangsa.com – Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) pada hari Jumat, 18 September 2026, berkumpul di sebuah ruang kuliah. Pagi itu, ratusan mahasiswa memadati aula, bukan untuk ujian, melainkan untuk membekali diri dengan senjata yang jauh lebih berharga: literasi keuangan.
Melalui Kuliah Umum Pegadaian Finance for All & Bahaya Pinjol Ilegal, 200 mahasiswa/i Fakultas Psikologi USU diajak menyelami dunia finansial dari sudut pandang yang jarang tersentuh — bukan sekadar angka, tetapi juga perilaku dan psikologi di balik keputusan keuangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pegadaian Peduli — Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), sebuah inisiatif nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda yang kerap menjadi target empuk pinjaman online ilegal.
Dua pembicara hadir mewakili PT Pegadaian (Persero) Kanwil 1 Medan, membagikan wawasan berharga. Yakni Heri Susianto selaku Deputi Bisnis Area Medan 2, yang membahas peluang keuangan inklusif melalui Pegadaian Finance for All dan Manro Manrie Sipayung sebagai Auditor BPKP-RI Kantor Perwakilan Sumatera Utara, yang mengupas tuntas bahaya dan modus pinjol ilegal dari kacamata pengawasan keuangan negara. Keduanya didampingi oleh Gopher Manurung, Pemimpin Cabang CP Padang Bulan.
Kehadiran para narasumber disambut langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Psikologi USU, diantaranya Prof. Dr. Vivi Gusrini Rahmadani, S.Psi., M.Sc., MA. — Dekan Fakultas Psikologi USU; Tarmidi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog — Wakil Dekan bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama, dan Internasionalisasi; dan Fasti Rola, S.Psi., M.Psi. — Kepala Program Studi Sarjana Psikologi.
Pilihan Fakultas Psikologi sebagai tuan rumah oleh PT Pegadaian (Persero), bukan tanpa alasan. Mahasiswa psikologi dilatih untuk memahami perilaku manusia — dan keputusan finansial adalah salah satu perilaku paling kompleks.
Mulai dari fear of missing out (FOMO), tekanan sosial, hingga jebakan psikologis pinjol yang menawarkan “solusi instan”, semuanya bisa dianalisis melalui lensa psikologi.
“Dengan pemahaman ini, mahasiswa tidak hanya terlindungi dari jeratan pinjol ilegal, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi bagi lingkungan sekitarnya,” kata Heri Susianto selaku Deputi Bisnis Area Medan 2 mewakili Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil 1 Medan.
Kuliah umum ini adalah pengingat bahwa melek finansial bukan pilihan, melainkan keharusan. Di era digital yang serba cepat, kemampuan membedakan peluang investasi yang sehat dari jebakan pinjol ilegal adalah keterampilan bertahan hidup. “Cerdas keuangan hari ini, sejahtera di masa depan,” sebutnya. ***






