Ribuan Warga Lari Bareng TNI di Medan, Sinergi Tak Cukup Cuma di Atas Panggung
MEDAN — Ribuan warga berlari bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di pusat Kota Medan, Minggu (20/9/2026). Bukan karena ada keadaan darurat, apalagi mengejar angkot yang hampir berangkat, tetapi untuk mengikuti Fun Run 5K dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.
Kegiatan yang diselenggarakan Kodam I/Bukit Barisan (BB) itu dimulai sekitar pukul 06.15 WIB di Lapangan Merdeka Medan, Jalan Pulau Pinang. Masyarakat dari berbagai kalangan memadati kawasan tersebut sejak pagi untuk mengikuti olahraga bersama.
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa dan jajaran secara langsung melepas para peserta yang menempuh rute lari sejauh lima kilometer.
Pelepasan berlangsung meriah. Begitu tanda dimulainya kegiatan diberikan, ribuan peserta langsung bergerak mengikuti rute yang telah disiapkan panitia. Pagi itu, jalanan Kota Medan untuk sementara lebih banyak diisi warga yang berolahraga daripada warga yang sedang mengejar waktu berangkat kerja.
Fun Run 5K tersebut mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”. Selain menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, kegiatan itu juga menjadi ruang bertemunya TNI, pemerintah dan masyarakat dalam suasana yang lebih santai.
Surya menilai kegiatan olahraga bersama seperti itu penting untuk mendorong masyarakat membudayakan pola hidup sehat. Olahraga, kata dia, bukan hanya berkaitan dengan kebugaran tubuh, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat interaksi sosial.
“Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat membudayakan pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat,” ujarnya.
Tidak berhenti sebagai pejabat yang melepas peserta, Surya juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, ia berjalan kaki melintasi sejumlah ruas jalan di pusat Kota Medan.
Pemandangan itu membuat pesan hidup sehat terasa sedikit lebih konkret. Setidaknya, olahraga pagi tidak hanya menjadi materi sambutan yang dibacakan di atas panggung, lalu selesai begitu mikrofon dimatikan.
Fun Run 5K ini memang dirancang terbuka untuk masyarakat umum. Ribuan peserta datang dari berbagai kalangan dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Ada yang benar-benar berlari mengejar catatan waktu, ada pula yang tampaknya lebih menikmati suasana olahraga bersama.
Bagi TNI, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat hubungan dengan masyarakat. Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa mengatakan Fun Run 5K bukan sekadar agenda olahraga dalam rangka HUT TNI, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan.
Menurut Hendy, keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dan komunikasi antara TNI dengan masyarakat. Interaksi semacam itu diharapkan membuat hubungan yang sudah terjalin semakin kuat.
“Kegiatan Fun Run 5K ini diharapkan menjadi momentum untuk terus membangun sinergi dan kedekatan TNI dengan masyarakat dalam menciptakan kebersamaan serta semangat gotong royong,” ujar Hendy.
Tema “TNI Kuat Bersama Rakyat” pun terasa lebih nyata ketika ribuan warga dan personel TNI berada dalam satu kegiatan yang sama. Tidak ada jarak seremonial yang terlalu lebar. Yang ada adalah peserta yang sama-sama berkeringat menyelesaikan rute lima kilometer.
Tentu, sinergi antara TNI, pemerintah dan masyarakat tidak bisa hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir dalam satu acara. Fun run boleh selesai dalam beberapa jam, tetapi hubungan dan kerja sama yang ingin dibangun harus berlangsung jauh lebih lama.
Sebab, lari lima kilometer ada garis finisnya. Sinergi pemerintahan dan masyarakat seharusnya tidak.
Kegiatan olahraga bersama tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang interaksi antara aparat dan masyarakat tidak selalu harus berlangsung dalam forum resmi dengan meja panjang dan mikrofon. Kadang, komunikasi justru lebih cair ketika semua orang memakai sepatu olahraga dan sama-sama mencari napas setelah berlari.
Di sisi lain, kegiatan semacam ini juga menjadi pengingat bahwa budaya hidup sehat membutuhkan kebiasaan, bukan sekadar seremoni tahunan. Masyarakat diajak aktif bergerak, sementara pemerintah dan institusi negara memberi contoh dengan ikut turun langsung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah bupati dan wali kota, jajaran OPD Sumut, jajaran Kodam I/Bukit Barisan, serta ketua organisasi kepemudaan.
Ribuan peserta akhirnya menyelesaikan rute yang telah ditentukan. Lapangan Merdeka kembali menjadi ruang publik setelah kegiatan berakhir.
Pesan yang dibawa dari Fun Run 5K itu pun cukup sederhana: tubuh sehat, masyarakat dekat, dan sinergi tetap terjaga. Tetapi seperti halnya lari, menjaga hubungan baik juga membutuhkan stamina. Jangan sampai kuat berlari lima kilometer, tetapi kehabisan tenaga ketika harus bekerja bersama rakyat.(***)






