Harhubnas 2026: Bobby Ajak Insan Perhubungan Perkuat Konektivitas, Jangan Cuma Pandai Menghubungkan Janji
MEDAN — Sekitar 1.000 orang berjalan bersama dalam Fun Walk Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara, Minggu (20/9/2026). Pagi itu, insan perhubungan dari berbagai unsur berkumpul, bukan untuk mengejar bus atau takut ketinggalan pesawat, melainkan memperingati momentum yang memang berbicara tentang bagaimana manusia dan wilayah saling terhubung.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menjadikan Harhubnas 2026 sebagai momentum untuk mengajak seluruh insan perhubungan dan pemangku kepentingan memperkuat konektivitas serta kolaborasi. Targetnya bukan sekadar jalan dan kendaraan yang tersambung, tetapi layanan transportasi yang aman, nyaman dan terintegrasi.
Pesan Bobby tersebut disampaikan melalui sambutan yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut Timur Tumanggor dalam rangkaian Fun Walk Harhubnas 2026 tingkat Provinsi Sumut.
“Semangat Harhubnas harus menjadi dorongan bagi kita untuk menghadirkan layanan transportasi yang semakin aman, nyaman, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Utara,” ujar Bobby Nasution dalam sambutannya.
Tema Harhubnas 2026 adalah “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”. Tema tersebut menempatkan konektivitas transportasi sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan, pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi.
Bagi Sumatera Utara, persoalan konektivitas tidak hanya soal memperlancar perjalanan dari satu titik ke titik lain. Tantangannya jauh lebih luas karena pembangunan harus mampu menjangkau kawasan kepulauan, sentra pertanian, kawasan industri hingga destinasi wisata.
Karena itu, Fun Walk yang terlihat sederhana tersebut membawa pesan yang lebih besar. Transportasi idealnya bukan hanya membuat orang cepat sampai tujuan, tetapi juga memastikan semakin banyak wilayah dapat ikut menikmati manfaat pembangunan.
Bobby mengatakan semangat menghubungkan Indonesia harus diwujudkan melalui pembangunan dan pelayanan transportasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Mari kita pastikan setiap langkah pembangunan sektor perhubungan, baik penguatan angkutan umum, peningkatan konektivitas wilayah, maupun pelayanan transportasi, dilaksanakan melalui kerja sama yang solid demi terwujudnya Kolaborasi Sumut Berkah menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan,” katanya.
Kalimatnya memang terdengar seperti agenda besar. Tetapi ukuran keberhasilannya pada akhirnya cukup sederhana: apakah warga lebih mudah bepergian, barang lebih cepat bergerak, biaya transportasi lebih terkendali, dan wilayah yang selama ini terasa jauh menjadi lebih mudah dijangkau.
Pembangunan sektor perhubungan sendiri masuk dalam prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumatera Utara 2025–2029. Sejumlah agenda telah didorong, mulai dari pengembangan BRT Mebidang hingga peningkatan akses menuju sentra pangan Berastagi.
Agenda lainnya mencakup revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Gunungsitoli di Kepulauan Nias serta dukungan subsidi transportasi untuk membantu pengendalian inflasi daerah.
Jika seluruh agenda itu berjalan sesuai rencana, konektivitas Sumut tentu tidak hanya akan terlihat di jalan raya. Ia juga diharapkan terasa sampai ke wilayah kepulauan, sentra produksi dan kawasan ekonomi yang selama ini membutuhkan akses transportasi lebih baik.
Sebab transportasi bukan hanya tentang penumpang. Petani membutuhkan jalan untuk membawa hasil panen, pelaku usaha membutuhkan distribusi barang, wisatawan membutuhkan akses menuju destinasi, dan masyarakat kepulauan membutuhkan koneksi yang tidak membuat perjalanan terasa seperti ekspedisi.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan Fun Walk Harhubnas 2026 tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempererat silaturahmi seluruh unsur yang terlibat dalam sektor perhubungan.
“Fun Walk ini bukan sekadar untuk berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh, tetapi yang utama sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk rasa kebersamaan di antara kita semua, pemerintah, operator, mitra transportasi hingga masyarakat pengguna jasa perhubungan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara.
Menurut Yuda, kebersamaan juga penting karena sektor transportasi melibatkan banyak pihak. Ada pemerintah, operator, mitra transportasi daring hingga masyarakat sebagai pengguna jasa. Semuanya berada dalam satu ekosistem yang sama.
“Seperti halnya dalam bertransportasi, perjalanan yang panjang akan terasa lebih ringan dan menyenangkan jika kita lalui bersama-sama secara harmonis dan kompak,” katanya.
Pesan tersebut juga menjadi pengingat bahwa konektivitas bukan hanya persoalan infrastruktur. Jalan boleh tersambung, tetapi kalau koordinasi antarlembaga tersendat, perjalanan pembangunan tetap saja bisa mengalami lampu merah.
Yuda juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan tertib, mengutamakan keselamatan dan menjaga kebersihan sepanjang rute. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui Fun Walk dapat memperkuat pengabdian insan perhubungan dalam menghadirkan pelayanan transportasi yang semakin baik bagi masyarakat.
Pada akhirnya, Harhubnas bukan sekadar perayaan tahunan dengan sepatu olahraga dan kaus seragam. Ia menjadi momentum untuk mengingat kembali fungsi dasar sektor perhubungan: menghubungkan manusia, wilayah, barang, pelayanan dan peluang ekonomi.
Sebab konektivitas yang baik seharusnya membuat masyarakat semakin mudah bergerak dan pembangunan semakin merata. Dan kalau semuanya memang ingin “terhubung”, tentu yang paling penting bukan hanya sinyalnya kuat, tetapi juga kerja samanya jangan sampai putus-putus.(***)






