PSMS Pesta Gol 6-0 atas Persiku, Rumput Baru Bikin Ayam Kinantan Makin Gacor
MEDAN – PSMS Medan akhirnya punya alasan kuat untuk membuat pendukungnya pulang dari Stadion Utama Sumut dengan senyum lebar. Dalam laga kandang perdana musim ini, Ayam Kinantan mencukur Persiku Kudus dengan skor telak 6-0.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Sumut, Sport Centre, Deliserdang, Minggu (20/9/2026), sejak awal memang lebih banyak menghadirkan cerita tentang serangan PSMS ketimbang perlawanan Persiku.
PSMS tampil agresif dan efektif. Lima gol sudah bersarang di gawang Persiku pada babak pertama. Setelah turun minum, satu gol tambahan melengkapi pesta menjadi setengah lusin.
Enam gol tanpa balas. Kalau sepak bola punya bahasa tubuh, mungkin gawang Persiku sedang meminta waktu untuk menarik napas.
Penampilan impresif tersebut turut membuat Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Kadispora) Sumatera Utara, M Mahfullah Daulay, terpukau. Pejabat yang akrab disapa Ipung itu bahkan mengaitkan penampilan apik PSMS dengan kondisi rumput stadion yang masih baru.
“Luar biasa penampilan PSMS hari ini, 6 gol tanpa balas, mungkin karena rumputnya yang baru buat penampilan PSMS jadi tambah bagus,” ujar Ipung seusai pertandingan.
Entah rumputnya memang membawa keberuntungan atau para pemain PSMS memang sedang dalam kondisi terbaik, yang jelas hasil akhirnya cukup sulit dibantah: enam gol dan nirbobol.
Ipung berharap performa tersebut bukan sekadar pesta satu malam. Konsistensi menjadi pekerjaan berikutnya jika PSMS benar-benar serius mengejar tiket promosi ke Liga 1.
Ia juga berharap Stadion Utama Sumut kelak bukan hanya menjadi tempat PSMS mencetak gol, tetapi juga menjadi saksi kembalinya klub kebanggaan masyarakat Sumut itu ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Tentunya kita ingin klub kebanggaan masyarakat Sumut bisa kembali ke Liga 1 dan Stadion Utama Sumut menjadi saksi bersejarah itu,” katanya.
Namun, kemenangan besar tetap bukan alasan untuk mengangkat piala terlalu cepat. Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, justru meminta skuadnya segera menurunkan kadar euforia.
Menurut Eko, perjalanan kompetisi Liga 2 masih panjang. Enam gol memang menyenangkan, tetapi tiga poin tetap hanya tiga poin.
“Alhamdulillah pertandingan home pertama menang, kita memang mau menang di pertandingan ini. Saya ingatkan kepada semua pemain jangan berpuas diri, pertandingan masih panjang, kita butuh setiap match menang,” ujar Eko.
Pesan Eko cukup jelas: jangan sampai Ayam Kinantan terlalu cepat berkokok hanya karena sekali pesta gol.
PSMS memang tampil meyakinkan saat menjamu Persiku. Tetapi target promosi ke Liga 1 membutuhkan sesuatu yang lebih sulit daripada mencetak enam gol dalam satu pertandingan: konsistensi.
Jika performa seperti ini bisa dipertahankan, bukan tidak mungkin Stadion Utama Sumut benar-benar menjadi panggung perjalanan PSMS menuju kasta tertinggi. Dan kalau itu terjadi, rumput baru stadion tentu akan mendapat cerita tersendiri—meski pemainlah yang tetap harus bekerja keras di atasnya.(***)






