Jamintel Kawal Proyek Peta Indonesia Senilai USD653 Juta
JAKARTA — Peta boleh semakin detail, tetapi pengawasan proyeknya juga harus sama detailnya. Pesan itu mengemuka saat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani menandatangani Pakta Integritas dan entry meeting pengamanan pembangunan strategis penyediaan Peta Dasar Skala Besar 1:5.000 milik Badan Informasi Geospasial (BIG), Selasa (22/9/2026).
Proyek yang berlangsung 2025–2029 tersebut mencakup seluruh wilayah daratan Indonesia, kecuali Sulawesi. Kegiatan ini menjadi bagian dari Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) yang didanai pinjaman Bank Dunia sebesar USD653 juta, dengan USD298 juta dialokasikan untuk Komponen 4 yang dikelola BIG.
Pemetaan menggunakan teknologi foto udara, LiDAR, radar udara dan citra satelit resolusi tinggi. Nilai proyek dan kompleksitas pekerjaannya membuat potensi kerawanan ikut membesar, mulai dari pengadaan, logistik survei udara, ketergantungan teknologi luar negeri, sinkronisasi data, perizinan hingga ancaman siber.
Jamintel menegaskan pengamanan Kejaksaan bukan berarti proyek kebal hukum. Jika ditemukan penyimpangan, pihak yang bertanggung jawab tetap dapat dikenai sanksi administrasi, perdata maupun pidana.
Pakta Integritas pun menjadi komitmen Kejaksaan dan BIG untuk menjaga proyek tetap profesional, transparan, objektif serta bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme dan transaksi tidak sah.
Sebab, kalau batas wilayah saja bisa dipetakan sampai skala 1:5.000, jangan sampai batas antara proyek yang benar dan yang bermasalah justru dibuat samar.(***)





