Jelang Konfrensi PWI Aceh Diterpa Issue Intimidasi dan Terima “Suap”
Jakarta, Konfrensi Provinsi (KonferProv) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh XIII yang akan digelar pada 20 – 22 November 2026 saat ini diterpa issue intimidasi dan dugaan suap kembali mencuat.
Menurut sumber yang layak dipercaya tidak bersedia disebutkan namanya issue petahana Ketua PWI Aceh pernah menerima transferan uang (bukti transfer ada) dari salah seorang kandidat ketua umum sewaktu menjelang kongres PWI di Cikarang Jawa Barat (Jabar)
Dikatakan sumber itu kasus “suap” transferan uang dari seorang kandidat tertulis jelas nama penerima inisial MNN dalam tiga tahap senilai Rp 72 juta. Dijelaskannya transferan uang tersebut diterima dalam tiga tahap yaitu pertama diduga oknum petahana ketua PWI Aceh, saat itu menerima Rp 22 juta (20/8/2025) atau pra Kongres sebagai alasan jaminan kehadiran peserta PWI Aceh menuju Cikarang.
Selanjutnya menerima transferan Rp 25 juta dua kali pada 10 Agustus 2025 dengan waktu yang sama namun detik yang berbeda.
Dikatakan sumber tersebut, menjelang Konfrensi PWI Aceh, petahana diduga membuat keonaran dengan “menyelundupkan” non anggoat PWI untuk menambah jumlah suara pada saat Konfrensi.
“Hal ini telah mencoreng demokrasi dan tidak simpati,”ujar sumber tersebut.
Lebih jauh kata sumber lagi, diduga ketua petahana saat ini mengekang perpanjangan kartu anggota dan juga tidak meloloskan yang hendak mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) apabila diketahui tidak akan mendukung petahana.
“Hal ini sangat disayangkan, terlebih Bendahara PWI Aceh Sulaiman mundur dari jabatannya dua tahun lalu karena khawatir penyalahgunaan keuangan,”ujar sumber tersebut.
Selain itu kata sumber tersebut, oknum petahana PWI Aceh saat ini selain menerima transferan uang ada indikasi mencatut nama peserta yang menghadiri Kongres namun peserta tersebut tidak menerima dana apapun.
Awak media setelah melakukan konfirmasi kepada petahana inisial NMM No 08139613xxxx membantah telah menerima transferan uang tersebut.(***)






