Bea Cukai Langsa Kenalkan Peran Kepabeanan dan Cukai kepada Mahasiswa UNSAM dan IAIN Langsa

Bea Cukai Langsa Kenalkan Peran Kepabeanan dan Cukai kepada Mahasiswa UNSAM dan IAIN Langsa

LANGSA — Bea Cukai Langsa membuka ruang edukasi bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Melalui program Campus Goes to Customs, mahasiswa Universitas Samudra (UNSAM) Langsa dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa diajak memahami urusan kepabeanan dan cukai yang selama ini mungkin lebih sering terdengar ketika barang impor tertahan atau rokok ilegal ditemukan.

Kegiatan tersebut digelar di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Langsa, Rabu (23/9/2026).

Program ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami peran Bea Cukai sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai layanan, ketentuan, serta kewenangan DJBC.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menerima materi dari Kepala KPPBC TMP C Langsa Dwi Harmawanto dan Kepala Seksi Penyuluhan, Kepatuhan, dan Layanan Informasi serta Dukungan Teknis (PKCDT) Dedek Riyadi.

Materi yang disampaikan cukup beragam. Mulai dari pengenalan Bea Cukai, tugas dan fungsi DJBC, antikorupsi, Sistem Pengendalian Intern (SPI), hingga peran Bea Cukai dalam melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal dan berbahaya.

Mahasiswa juga mendapat penjelasan mengenai kontribusi Bea Cukai dalam mendukung stabilitas perekonomian serta memberikan dukungan terhadap industri dalam negeri.

Dari Rokok Ilegal hingga Modus Penipuan

Tidak berhenti pada teori, mahasiswa juga dibekali pengetahuan praktis mengenai ciri dan jenis rokok ilegal, termasuk cara mengidentifikasinya.

Materi lain yang tak kalah penting adalah edukasi mengenai modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.

Masyarakat diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai dan kemudian meminta pembayaran dengan dalih tertentu. Sebab, di era komunikasi digital, modus penipuan juga ikut berevolusi—kalau dulu surat kaleng, sekarang bisa masuk lewat layar ponsel.

Selain itu, mahasiswa memperoleh informasi mengenai tata cara pendaftaran International Mobile Equipment Identity (IMEI) sebagai bagian dari materi pelayanan kepabeanan dan cukai.

Mahasiswa Didorong Jadi Penyambung Informasi

Perwakilan UNSAM Langsa mengapresiasi pelaksanaan Campus Goes to Customs. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai peran dan kewenangan Bea Cukai.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara langsung di lingkungan kampus agar informasi mengenai kepabeanan dan cukai dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa.

Apresiasi serupa disampaikan perwakilan IAIN Langsa. Ia menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan sekaligus berharap edukasi kepabeanan dan cukai dapat terus dilakukan dengan cakupan peserta yang lebih luas, tidak hanya dari kalangan mahasiswa.

Kepala KPPBC TMP C Langsa Dwi Harmawanto mengatakan, Campus Goes to Customs merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan sekaligus meningkatkan literasi kepabeanan dan cukai di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menyebarluaskan informasi mengenai tugas dan fungsi Bea Cukai secara langsung kepada generasi muda. Mahasiswa diharapkan dapat memahami peran Bea Cukai sekaligus turut menjadi bagian dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai kepabeanan dan cukai kepada masyarakat,” ujar Dwi.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa penting karena generasi muda memiliki ruang komunikasi yang luas di tengah masyarakat. Informasi yang benar diharapkan dapat membantu mengurangi kesalahpahaman mengenai tugas Bea Cukai sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan.

Melalui program Campus Goes to Customs, Bea Cukai Langsa terus mendorong keterbukaan informasi dan kolaborasi dengan lingkungan pendidikan.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan ke kantor Bea Cukai. Ada bekal pengetahuan yang bisa dibawa pulang—mulai dari mengenali rokok ilegal, memahami layanan kepabeanan, hingga mengetahui bahwa tidak semua orang yang mengaku “petugas Bea Cukai” benar-benar petugas.

Dengan kata lain, semakin banyak masyarakat yang paham aturan, semakin kecil ruang bagi informasi keliru dan modus penipuan untuk bermain.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *