Ribuan Peserta Ramaikan Korpasgat Charity Run 2026, Rico Waas: Jangan Cuma Sehat, Harus Punya Hati
MEDAN – Berlari biasanya identik dengan mengejar garis finis, catatan waktu, atau sekadar membakar kalori setelah terlalu akrab dengan kuliner. Namun, ribuan peserta Korpasgat Charity Run 2026 di Batalyon Parako 463 Pasgat, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (25/10/2026), punya misi tambahan: berlari sambil berbagi kepedulian kepada sesama.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas langsung para peserta bersama Komandan Batalyon (Danyon) Parako 463 Pasgat Medan, Letkol Pas Jhon Herdiansyah Siregar. Sebelum bendera pelepasan berkibar, Rico memberikan semangat dan motivasi kepada peserta yang antusias mengikuti ajang olahraga tersebut. Turut hadir Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Mengusung tema “Berlari untuk Berbagi, Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan ini menempuh jarak lima kilometer. Jarak yang cukup untuk menguji stamina, tetapi pesan yang dibawanya jauh lebih panjang: hidup sehat akan terasa lebih bermakna ketika manfaatnya juga dirasakan orang lain.
Rico Waas mengapresiasi Korpasgat Charity Run 2026 karena tidak sekadar mengajak masyarakat bergerak, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Menurutnya, olahraga yang dipadukan dengan aksi kemanusiaan memiliki nilai lebih karena kesehatan tubuh berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
“Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat. Saya juga mengucapkan Dirgahayu ke-79 Korpasgat. Semoga Korpasgat semakin solid, profesional, dan senantiasa memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Rico Waas.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak harus berhenti pada urusan diri sendiri. Sebab, tubuh yang bugar memang penting, tetapi hati yang peka terhadap kesulitan orang lain juga tidak kalah penting. Kalau berlari lima kilometer bisa sekaligus membantu sesama, rasanya sayang jika olahraga hanya berakhir pada unggahan foto dan hitungan langkah di telepon genggam.
Sementara itu, Letkol Pas Jhon Herdiansyah Siregar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat). Sebagian dana yang diperoleh dari penyelenggaraan acara akan disalurkan untuk kegiatan sosial, termasuk membantu panti asuhan dan masyarakat yang membutuhkan.
“Sebagian dana yang diperoleh dari penyelenggaraan Korpasgat Charity Run akan disalurkan untuk kegiatan sosial, termasuk kepada panti asuhan. Dengan konsep tersebut, peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga turut berkontribusi dalam aksi berbagi kepada masyarakat,” jelasnya.
Konsep ini membuat garis finis bukan satu-satunya tujuan. Ada manfaat sosial yang diharapkan berlanjut setelah para peserta menyelesaikan lari, beristirahat, dan kembali menjalani aktivitas masing-masing. Sebab, keberhasilan sebuah kegiatan amal bukan hanya diukur dari ramainya peserta, tetapi juga dari seberapa nyata bantuan yang sampai kepada penerimanya.
Korpasgat Charity Run 2026 pun menghadirkan pesan sederhana bagi warga Medan: olahraga bukan semata urusan otot, keringat, dan angka pada timbangan. Ada kesempatan untuk membangun kebersamaan sekaligus membantu sesama.
Pada akhirnya, medali mungkin menjadi kenang-kenangan bagi sebagian peserta, tetapi kepedulian sosial adalah nilai yang semestinya tetap dibawa pulang. Sebab, dalam lomba kehidupan, menjadi sehat itu penting, menjadi cepat boleh saja, tetapi jangan sampai terlalu sibuk berlari hingga lupa menoleh kepada orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.(***)






