Acara MTQ Simalungun Rp1.9 M Disuplay Negara, Bukan dari Kantong Bupati Anton

Simalungun, Sumut31 Dilihat

Acara MTQ Simalungun Rp1.9 M Disuplay Negara, Bukan dari Kantong Bupati Anton

Simalungun – Acara MTQ Kabupaten Simalungun telah usai. Masyarakat menilai Bupati Simalungun, Haji Anton Achmad Saragih sangat dermawan karena mau memberikan anggaran dari kantong pribadinya bernilai miliaran rupiah.

Masyarakat berharap agar acara serupa yaitu MTQ Simalungun kembali dilaksanakan di Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun, bahkan, diharapkan lebih meriah,

“Terimakasih kepada bapak bupati Anton Saragih karena rela menyumbangkan uang dari kantong pribadinya bernilai miliaran untuk kesuksesan acara MTQ Kabupaten Simalungun,” ungkap pria mengaku bernama Sugondo (55) di sekitaran acara MTQ.

Ungkapan warga tersebut berujung menjadi perhatian Ketua Topan RI Kabupaten Simalungun, Sutrisno. Sesungguhnya, anggaran MTQ bukan berasal dari kantong pribadi Bupati Simalungun, melainkan disuplay ataupun dianggarkan negara,

“Anggaran MTQ itu sebesar Rp1.9 miliar. Bukan berasal dari kantong pribadi Bupati Simalungun, tetapi dari negara. Anggaran disalurkan melalui kesekretariatan daerah kabupaten simalungun,” jelas Sutrisno, Kamis (21/06/2026) jam 17.00 WIB.

Ketua Topan RI Kabupaten Simalungun, Sutrisno meminta agar acara seperti MTQ tahun selanjutnya, rekanan sebagai mitra Pemkab sebaiknya memasang papan plang informasi.

Hal tersebut sebagai wujud keterbukaan Pemkab Simalungun terhadap masyarakat. Wajar jika mayoritas masyarakat Simalungun beranggapan anggaran MTQ berasal dari kantong pribadi bupati H Anton Achmad Saragih,

“Ini perlu diluruskan, bahwa masyarakat awam tidak mengetahui anggaran acara MTQ berasal dari negara. Wajar masyarakat menilai anggaran MTQ dari kantong pribadi Bupati. Saya meminta, untuk acara selanjutnya, Pemkab Simalungun memasang papan transparansi sebagai bentuk keterbukaan informasi,” jelas Sutrisno.

Sementara, Sekda Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora melalui pesan tertulis tidak mau berkomentar terkait berapa miliar anggaran untuk acara MTQ.

Sebelumnya, peserta dan para undangan MTQ Ke-52 Kabupaten Simalungun yang dilaksanakan di Lapangan Bola Kaki PTPN IV Regional I Kebun Bangun, Nagori Senio Kecamatan Gunung Malela, menyesalkan sikap panitia, Selasa (19/05/2026).

Kekesalan mereka terkait fasilitas kamar mandi yang tidak disesuaikan dengan jumlah peserta dan undangan. Panitia dalam terindikasi mengurangi anggaran,
“Mulai kemarin hingga malam dan sampai hari ini, peserta acara MTQ dan pengunjung kewalahan ke kamar mandi. Panitia cuma sediakan 1 WC portable. Apakah memang hanya satu disediakan. Kuat dugaan, anggaran untuk WC Portable di sunat,” ungkap Miswadi mengaku peserta dari Kecamatan Gunung Malela.

Menurutnya, acara tersebut sukses dan berjalan sesuai harapan masyarakat. Memasuki hari kedua, peserta ataupun pengunjung terus berdatangan.

Direncanakan, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2026, acara MTQ berakhir dan ditutup oleh Bupati Simalungun,

“Hari Rabu acara puncak. Jangan sampai peserta dan pengunjung kewalahan buang air kecil. Karena anggaran untuk sewa WC portable puluhan juta,” pungkasnya.

Infomasi lain, Pemkab Simalungun menunjuk Jefri P sebagai rekanan untuk pengadaan peralatan serta konsumsi acara MTQ.

“Kabarnya Jefri sebagai rekanan penyediaan peralatan acara MTQ. Setiap item peralatan, anggaran penyewaan alat terbilang mahal. Tetapi faktanya diragukan,” cetus pria tidak ingin namanya dituliskan.

Ditemui di acara MTQ, hingga berita ini terpublikasi, Jefry tidak berhasil ditemui. Salah seorang panitia mengatakan bahwa Jefri tidak pernah ke lokasi MTQ,

“Gak pernah datang kemari. Malam sebelum acara Sekda pak Mixnon juga kemari,” ujar pria tidak mau menyebut namanya, Selasa (19/05/2026) jam 15.00 WIB.

Sekda Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, melalui pesan tertulis yang dikirimkan dalam bentuk rilis berita, tidak mau membalas. (John)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *