Airin Rico Waas Ajak PKS Medan Perkuat Ketahanan Keluarga dan Cegah Bahaya Narkoba Sejak Dini
MEDAN – Ketahanan keluarga menjadi salah satu benteng penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, mulai dari pola asuh anak di era digital, pernikahan dini, hingga ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Karena itu, penguatan keluarga tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, mengajak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan memperkuat kolaborasi dalam membangun ketahanan keluarga dan perlindungan perempuan serta anak. Ajakan tersebut disampaikan Airin saat menerima audiensi jajaran pengurus DPD PKS Kota Medan Bidang Perempuan dan Keluarga di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (6/11/2026).
Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyelaraskan program pemberdayaan perempuan dan keluarga yang selama ini dijalankan kedua pihak. Airin menyambut positif inisiatif PKS karena melihat adanya kesamaan orientasi dengan sejumlah program TP PKK Kota Medan.
“Saya melihat banyak program PKS bidang perempuan dan keluarga yang selaras dengan PKK,” ujar Airin.
Sejumlah isu menjadi perhatian bersama, di antaranya penguatan Posyandu, pola asuh anak di tengah perkembangan teknologi digital, kampanye ayah teladan, pencegahan pernikahan dini, serta antisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Airin menegaskan, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang sehat dan tangguh. Peran ibu, menurutnya, tidak sebatas memastikan kebutuhan gizi keluarga terpenuhi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan mengawasi perkembangan anak.
“Perempuan memiliki peran penting dan pilar utama di keluarga. Perempuan tidak hanya ahli gizi bagi keluarganya, namun juga memiliki peran parenting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dalam keluarga,” tegasnya.
Ia pun mengajak PKS Medan agar tidak berhenti pada kesamaan gagasan, tetapi melanjutkannya melalui penyelarasan program kerja dan kegiatan nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Pesan ini relevan dengan tantangan keluarga perkotaan. Di tengah kemudahan akses internet dan perubahan pergaulan anak, pengawasan serta komunikasi dalam keluarga menjadi semakin penting. Sebab, ancaman narkoba tidak selalu datang dari tempat yang jauh. Lingkungan pergaulan dan lemahnya komunikasi di rumah juga perlu menjadi perhatian.
Sementara itu, perwakilan DPD PKS Kota Medan Bidang Perempuan dan Keluarga, Shisca Elliza, menjelaskan bahwa audiensi tersebut bertujuan memperkenalkan berbagai program ketahanan keluarga yang dikembangkan PKS, sekaligus mendorong penerapan konsep Family Mainstreaming atau pengarusutamaan keluarga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Shisca berharap TP PKK Kota Medan dapat membangun sinergi konkret dengan PKS, khususnya melalui dua program unggulan, yakni Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dan Pos Peningkatan Ekonomi Keluarga.
“Harapannya, program ini dapat meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Medan,” ungkap Shisca.
Pertemuan tersebut juga diisi diskusi mengenai penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan peran perempuan dalam lingkungan rumah tangga maupun masyarakat.
Kolaborasi TP PKK Kota Medan dengan DPD PKS Medan diharapkan membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pendidikan keluarga, serta pencegahan narkoba sejak dini.
Sebab, membangun keluarga tangguh tidak cukup hanya dengan nasihat agar anak menjauhi narkoba. Perlu ada komunikasi yang sehat, pola asuh yang tepat, lingkungan yang mendukung, serta orang tua yang hadir dalam kehidupan anak. Jangan sampai keluarga baru sibuk mencari benteng ketika ancaman sudah lebih dulu masuk ke rumah.(***)






