Belasan Tahun Diterjang Banjir, Warga Sempakata Mengadu ke Ketua DPRD Medan

Belasan Tahun Diterjang Banjir, Warga Sempakata Mengadu ke Ketua DPRD Medan

MEDAN — Banjir yang datang berulang kali rupanya masih menjadi pekerjaan rumah bagi warga Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang. Persoalan yang disebut telah berlangsung belasan tahun itu kembali disampaikan warga kepada Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., Selasa (7/7/2026).

Dalam audiensi tersebut, warga mengungkapkan berbagai dampak yang mereka rasakan akibat banjir. Tidak hanya kerugian materiil karena rumah dan barang-barang terdampak, tetapi juga kerugian nonmateriil yang ikut mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat.

Bagi warga Sempakata, banjir bukan lagi persoalan yang muncul sesekali. Setiap hujan dengan intensitas tertentu bisa membuat masyarakat kembali waswas. Rumah harus dijaga, barang-barang diamankan, sementara aktivitas sehari-hari terpaksa menyesuaikan kondisi.

Karena itu, warga meminta Pemerintah Kota Medan tidak sekadar melakukan penanganan ketika banjir sudah terjadi. Mereka mendesak adanya kajian teknis yang komprehensif untuk mencari akar persoalan dan merumuskan langkah pengendalian banjir yang lebih permanen.

Warga juga meminta dilakukan normalisasi saluran drainase serta pembentukan tim tanggap banjir yang dapat bergerak cepat ketika kondisi darurat terjadi.

Tim tersebut diharapkan tidak hanya membantu proses evakuasi, tetapi juga memberikan penanganan awal kepada masyarakat yang terdampak banjir. Dengan begitu, warga tidak harus menghadapi situasi darurat sendirian sambil menunggu bantuan datang.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wong Chun Sen menyatakan akan menindaklanjutinya kepada Pemerintah Kota Medan melalui perangkat daerah terkait.

Ia menegaskan, persoalan banjir yang telah dirasakan warga selama bertahun-tahun perlu mendapat perhatian serius dan penanganan yang tidak setengah-setengah.

Aspirasi warga Sempakata tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada pihak terkait agar dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk mencari solusi terhadap persoalan banjir di kawasan tersebut.

Sebab, bagi warga yang sudah belasan tahun hidup berdampingan dengan banjir, yang dibutuhkan tentu bukan sekadar datangnya bantuan setelah air naik. Mereka membutuhkan solusi agar setiap kali hujan turun, rasa cemas tidak ikut datang lebih dulu.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *