Hujan Ekstrem Landa Langkat, Polres Gerak Cepat Tangani Bangunan Rubuh, Banjir dan Pohon Tumbang

Langkat, Sumut70 Dilihat

matabangsa.com – Langkat | Sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat mengalami bencana alam akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin malam hingga Rabu (26/11/2025). Cuaca ekstrem ini memicu bangunan rubuh, banjir, dan pohon tumbang di berbagai kecamatan.

Polres Langkat dan Polsek jajaran bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Personel langsung turun ke lokasi bencana untuk evakuasi warga dan pengaturan arus lalu lintas.

Di Kecamatan Babalan, satu bangunan tua peninggalan Belanda yang difungsikan sebagai gudang ikan roboh pada Rabu pagi. Gudang milik seorang agen bernama Ipin itu runtuh sebagian pada pukul 06.00 WIB, disusul runtuh total pada pukul 07.30 WIB.

Meski bangunan rata dengan tanah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Personel Polsek Pangkalan Brandan langsung melakukan pengecekan dan mengamankan lokasi. Polisi juga berkoordinasi dengan PT PLN untuk memutus aliran listrik sementara, karena kabel listrik turut jatuh bersama reruntuhan.

Petugas kemudian bekerja sama dengan Koramil 13 Pangkalan Brandan dan perangkat kelurahan untuk memastikan area tetap aman. Masyarakat juga diminta menjauhi lokasi puing demi menghindari kecelakaan.

Di Kecamatan Pangkalan Susu, tingginya curah hujan menyebabkan Sungai Siur meluap. Desa Sei Siur menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir.

Ketinggian air mencapai 60 cm sehingga mengganggu arus lalu lintas di sejumlah titik. Petugas kepolisian dikerahkan untuk mengatur kendaraan dan membantu warga yang kesulitan melintas.

Di Dusun I Batu Tangkul, Desa Alur Cempedak, sekitar 10 rumah terpaksa dikosongkan. Sejumlah rumah di Kelurahan Beras Basah dan Bukit Jengkol bahkan terendam hingga 1 meter.

Polsek Pangkalan Susu bersama Pos AL, Koramil 15, Pertamina, dan warga bergotong royong melakukan evakuasi. Hujan yang masih turun menyulitkan penanganan di lapangan.

Pemadaman listrik juga terjadi di beberapa wilayah guna mencegah korsleting. Petugas memastikan setiap pengungsian sementara mendapat penerangan darurat.

Di Kecamatan Sei Lepan, empat pohon akasia dan satu tiang listrik tumbang di tiga titik berbeda. Kejadian tersebut memicu kemacetan panjang.

Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Amrizal Hasibuan, turun langsung memimpin pembersihan material pohon tumbang. Petugas dibantu Marinir, PLN, dan masyarakat menggunakan chainsaw.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian di Sei Lepan. Namun, arus lalu lintas masih tersendat karena hujan deras belum mereda.

Di Kecamatan Padang Tualang, banjir merendam ratusan rumah. Desa Buluh Telang menjadi wilayah terdampak paling luas dengan total 266 rumah tergenang.

Polsek Padang Tualang melakukan peninjauan bersama pemerintah desa. Warga diimbau tetap siaga karena banjir berpotensi meluas jika hujan kembali turun.

Di Kecamatan Brandan Barat, banjir setinggi 30 cm terlihat di depan pintu Tol Pangkalan Brandan. Polisi tetap melakukan pengaturan agar kendaraan tidak terjebak macet.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa seluruh jajaran sudah diarahkan untuk mengutamakan keselamatan warga selama bencana berlangsung.

Polda Sumut kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati bangunan tua, menghindari area rawan longsor, dan segera meminta bantuan jika membutuhkan evakuasi.(***)

Tags: #Langkat, #BencanaAlam, #HujanEkstrem, #PolresLangkat, #BanjirLangkat, #PohonTumbang, #EvakuasiWarga, #CuacaEkstrem, #SumateraUtara,

Foto : Petugas Polres Langkat mengevakuasi warga terdampak banjir dan membersihkan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Langkat, Rabu (26/11/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *