Kapolsek Sunggal Pimpin Strong Point Pagi, Personel Disebar ke Titik Rawan Macet dan Kawasan Sekolah
MEDAN – Aktivitas masyarakat pada pagi hari kerap menjadi ujian tersendiri bagi kelancaran lalu lintas. Arus kendaraan meningkat, pelajar berangkat sekolah, pekerja mengejar waktu, sementara jalanan tetap memiliki kapasitas yang terbatas. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kapolsek Sunggal AKP M. Ainul Yaqin, S.I.K., M.H., turun langsung memimpin kegiatan Strong Point pagi di wilayah hukumnya, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut melibatkan sejumlah personel Polsek Sunggal yang ditempatkan secara serentak di berbagai titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang memulai aktivitas sejak pagi.
Sejumlah lokasi menjadi prioritas pengamanan, mulai dari persimpangan jalan, kawasan rawan kemacetan, penyeberangan, pusat keramaian, pasar, sekolah hingga lingkungan perkantoran yang mengalami peningkatan aktivitas kendaraan.
Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian melakukan pengaturan arus kendaraan, membantu penyeberangan masyarakat dan pelajar, serta mengatur kendaraan yang keluar masuk kawasan sekolah, perkantoran dan pasar.
Selain mengurai kepadatan, petugas juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran aturan berkendara. Pengguna jalan turut diberikan imbauan agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Kapolsek Sunggal AKP M. Ainul Yaqin menegaskan bahwa kegiatan Strong Point merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk ketika mobilitas warga meningkat.
“Melalui kegiatan Strong Point ini, Polri hadir secara langsung untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk pagi hari saat aktivitas meningkat,” ujar Yaqin.
Dalam pelaksanaannya, personel mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif ketika menemukan pelanggaran maupun hambatan lalu lintas. Koordinasi dengan petugas terkait juga dilakukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pendekatan tersebut menjadi penting agar pengaturan lalu lintas tidak sekadar membuat kendaraan bergerak, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Sebab, jalan raya bukan tempat untuk saling mendahului tanpa aturan, apalagi menganggap klakson sebagai alat pemindah kemacetan.
Kegiatan Strong Point pagi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 08.30 WIB. Selama pelaksanaan, situasi lalu lintas dan keamanan secara umum dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan terkendali tanpa gangguan menonjol.
Polrestabes Medan melalui Polsek Sunggal menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kepolisian melalui kegiatan Strong Point secara rutin. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Pada akhirnya, kehadiran polisi di persimpangan jalan mungkin terlihat sebagai kegiatan rutin. Namun, bagi pelajar yang hendak menyeberang, pekerja yang mengejar waktu, maupun masyarakat yang ingin tiba dengan selamat, kehadiran petugas pada jam sibuk bisa menjadi hal yang sangat berarti.
Sebab, pelayanan kepolisian bukan hanya soal menindak pelanggaran, tetapi juga memastikan masyarakat bisa memulai hari dengan aman. Tertib di jalan bukan sekadar kewajiban polisi, melainkan tanggung jawab semua pengguna jalan.(***)






