Menjamu Tamu Itu Penting, Tapi Kolaborasi Setelah Makan Malam Jauh Lebih Penting

Menjamu Tamu Itu Penting, Tapi Kolaborasi Setelah Makan Malam Jauh Lebih Penting

Medan – Jamuan makan malam memang selalu menjadi bagian yang menyenangkan dalam sebuah pertemuan internasional. Hidangan tersaji, tamu saling bertukar cerita, dan foto bersama pun tak pernah terlewat. Namun, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap mengingatkan bahwa tujuan utama pertemuan bukanlah sekadar menikmati santapan, melainkan membangun kolaborasi yang benar-benar menghasilkan manfaat.

Pesan itu disampaikan saat menjamu delegasi The 5th IMT-GT Uninet atau Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle University Network di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (30/7/2026).

Menurut Sulaiman, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menjadi tempat mahasiswa mengejar gelar atau dosen mengejar publikasi. Kampus harus menjadi ruang lahirnya inovasi, teknologi, dan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kalau penelitian hanya berakhir menjadi tumpukan jurnal yang rapi di rak perpustakaan, manfaatnya tentu belum sepenuhnya sampai ke masyarakat. Padahal, tantangan di lapangan jauh lebih banyak daripada halaman abstrak sebuah karya ilmiah.

Sulaiman juga menilai penunjukan Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai tuan rumah The 5th IMT-GT Uninet merupakan kesempatan besar untuk memperkuat jejaring pendidikan di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah kini tidak lagi hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, tetapi oleh kualitas sumber daya manusianya.

Karena itu, Pemprov Sumut membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Harapannya sederhana, tetapi penting: ilmu pengetahuan tidak berhenti menjadi bahan diskusi di ruang seminar, melainkan berubah menjadi solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Director of Centre for IMT-GT Sub-Regional Cooperation, Amri Bukhairi Bakhtiar, juga berharap pertemuan ini melahirkan lebih banyak gagasan dan memperluas kerja sama antarperguruan tinggi di tiga negara. Dengan semakin banyak ide yang dibagikan, semakin besar pula peluang menemukan solusi atas berbagai persoalan bersama.

Jamuan makan malam tersebut turut dihadiri Chairman IMT-GT Uninet Prof. Sahrin Bin Sahib, Wakil Rektor USU Prof. Himsar Ambarita, para delegasi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, serta jajaran pemerintah dan akademisi Sumatera Utara.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah konferensi internasional bukanlah seberapa mewah jamuan makannya atau seberapa banyak foto yang diunggah ke media sosial. Yang lebih penting adalah apakah setelah para tamu kembali ke negaranya masing-masing, lahir kerja sama, riset, dan inovasi yang benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. Karena ilmu pengetahuan akan jauh lebih bernilai ketika mampu keluar dari ruang kampus dan menyelesaikan persoalan nyata.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *