Pemerintah Desa Namo Batang Salurkan BLT DD untuk Warga Kurang Mampu

Hankam49 Dilihat

matabangsa.com – Namo Rambe: Pemerintah Desa Namo Batang, Kecamatan Namu Rambe, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada warga kurang mampu, Kamis 19 September 2024. Penyaluran ini dilaksanakan di Kantor Desa Namo Batang dan mencakup alokasi untuk bulan Juli, Agustus, dan September 2024, dengan total bantuan sebesar Rp900. untuk 41 Kepala Keluarga (KK) yang memenuhi kriteria.

Kegiatan penyaluran BLT DD ini dihadiri oleh Kepala Desa Namo Batang, Bapak Sejahtera Tarigan, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bapak Amos Ginting, serta seluruh Kepala Dusun (Kadus) dan perangkat desa setempat. Babinkamtibmas Brigadir R. Surbakti dan Babinsa Koramil 0201-14/PB, Kopka Iswandi, juga hadir untuk memonitor dan membantu proses penyaluran.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Namo Batang, Bapak Sejahtera Tarigan, menjelaskan, “Hari ini kita menyalurkan BLT DD untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2024, sebesar Rp900. kepada 41 KK warga Desa Namo Batang. Penyaluran ini sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan efisien. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban hidup warga, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.”

Kopka Iswandi, sebagai Babinsa, turut mengingatkan warga agar menjaga ketertiban selama proses penyaluran. “Saya mengingatkan agar seluruh warga yang hadir di sini selalu menjaga ketertiban dan tidak saling berdesakan. Hal ini untuk memastikan kegiatan penyaluran BLT DD berjalan lancar hingga selesai dan bantuan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Kopka Iswandi.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini juga bertujuan untuk menghindari kerumunan dan memastikan penyaluran bantuan berjalan tertib. Dengan dukungan langsung dari Babinsa, diharapkan proses penyaluran bantuan dapat berjalan dengan aman dan efisien, serta memberikan manfaat maksimal bagi warga yang membutuhkan.

Kegiatan penyaluran BLT DD ini merupakan bentuk nyata perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap warga desa yang kurang mampu, sebagai upaya untuk mengurangi dampak kesulitan ekonomi yang dirasakan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *