Pulau Pinang ‘Menggoda’ Pengunjung PRSU, Dari Hutan Hujan, Roti Canai, hingga Buaian Ala Bali

Pulau Pinang ‘Menggoda’ Pengunjung PRSU, Dari Hutan Hujan, Roti Canai, hingga Buaian Ala Bali

Medan – Kalau selama ini banyak warga Sumatera Utara mengenal Pulau Pinang sebagai tujuan berobat atau berburu kuliner, ternyata negeri jiran itu datang ke Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 bukan sekadar mengajak orang makan. Mereka juga datang membawa “godaan” lain, mulai dari hutan hujan tropis, taman rempah, hingga desa wisata yang sekilas bikin orang mengira sedang berada di Bali.

Di Paviliun Pulau Pinang, brosur-brosur wisata nyaris tak sempat beristirahat di rak. Banyak pengunjung yang mampir untuk mencari tahu apa saja destinasi menarik yang bisa dikunjungi jika suatu saat menyeberang ke Malaysia.

Pejabat Setiausaha Kerajaan Negeri Pulau Pinang, Safi Hakemi bin Azhar, mengatakan salah satu destinasi yang terus diperkenalkan adalah The Habitat Penang Hill, kawasan hutan hujan tropis yang berada di Bukit Bendera, Air Hitam.

“Kalau ingin menikmati hutan hujan Malaysia, pengunjung bisa ke The Habitat Penang Hill. Lokasinya dapat diakses menggunakan kereta api funikular dari Air Hitam atau Taman Botani,” ujarnya saat ditemui di arena PRSU, Kamis (23/7/2026).

Kalau bosan menikmati pepohonan, Pulau Pinang juga menawarkan Escape Theme Park, taman rekreasi keluarga yang memiliki puluhan wahana. Bahkan, salah satu seluncuran airnya pernah mencatatkan diri dalam Rekor Dunia Guinness sebagai seluncuran air tabung terpanjang.

Buat yang lebih suka menikmati suasana tenang, ada Tropical Spice Garden, taman rempah yang menjadi rumah bagi lebih dari 500 jenis tanaman tropis. Di sana, pengunjung tak hanya berjalan-jalan, tetapi juga bisa mengikuti tur berpemandu, wisata malam, hingga kelas memasak hidangan Asia Tenggara bersama para koki profesional. Siapa tahu, pulangnya bukan hanya membawa foto, tetapi juga resep baru untuk dicoba di rumah.

Tak kalah menarik, Pulau Pinang juga memperkenalkan Kampung Agong, kawasan wisata bernuansa pedesaan yang dipenuhi pohon kelapa, rumah kayu tradisional, buaian bergaya Bali, hingga replika sarang burung raksasa yang menjadi lokasi favorit berburu foto.

Melihat brosur yang dibagikan, rasanya Pulau Pinang sedang berkata kepada pengunjung, “Kalau nanti liburan, jangan cuma mampir ke mal.”

Namun, promosi Pulau Pinang di PRSU bukan hanya soal wisata alam. Paviliun mereka juga menjadi magnet bagi pencinta kuliner. Beragam makanan khas seperti nasi kandar, char kuey teow, roti canai, pasembor, mi Jawa, hingga oh chien diperkenalkan kepada masyarakat Sumatera Utara. Bagi yang sudah pernah mencicipinya, ini menjadi ajang melepas rindu. Bagi yang belum, setidaknya bisa mulai menyusun daftar menu yang wajib dicoba.

Tak hanya itu, berbagai produk usaha lokal seperti minuman tradisional, herbal, oleh-oleh khas, hingga produk ramah lingkungan juga ikut dipamerkan sebagai bagian dari promosi potensi ekonomi Negeri Pulau Pinang.

Kehadiran Pulau Pinang mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, bahkan menyempatkan diri mengunjungi paviliun tersebut dan berdialog langsung dengan perwakilan Pemerintah Negeri Pulau Pinang mengenai peluang kerja sama di berbagai sektor.

Menurutnya, keikutsertaan Pulau Pinang di PRSU bukan sekadar mengisi stan pameran, tetapi menjadi jembatan untuk mempererat hubungan yang selama ini sudah terjalin, mulai dari perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga kebudayaan.

Usai berkeliling, Sulaiman bersama rombongan juga menikmati hidangan khas Malaysia sambil menyaksikan atraksi pembuatan roti canai secara langsung. Sebab, membicarakan kerja sama memang penting, tetapi rasanya akan lebih lengkap jika sambil menikmati roti canai yang masih hangat.

Di tengah ramainya PRSU, Paviliun Pulau Pinang seolah mengingatkan satu hal sederhana. Promosi wisata terbaik bukan selalu soal baliho besar atau video sinematik berdurasi satu menit. Kadang cukup dengan secangkir minuman hangat, selembar brosur yang menarik, sepiring makanan yang menggugah selera, lalu biarkan rasa penasaran pengunjung bekerja sendiri.

Kalau sudah begitu, bukan tidak mungkin yang awalnya hanya berniat keliling PRSU, beberapa bulan kemudian malah benar-benar menginjakkan kaki di Pulau Pinang.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *