Hari Lingkungan Hidup Sedunia selalu mengingatkan satu hal sederhana: bumi tidak menjadi lebih bersih karena banyaknya spanduk atau slogan yang dipasang. Ia menjadi lebih baik ketika ada orang yang rela memungut sampah, membersihkan selokan, dan menjaga lingkungan tanpa harus menunggu orang lain memulai.
Jumat, 5 Juni 2026, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sekretariat DPRD Kota Medan menggelar Kerja Bakti Bersih Lingkungan Bersama (Korve) di lingkungan Kantor DPRD Kota Medan. Kegiatan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit, S.E., M.S.P., bersama para Kepala Bagian, Kepala Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian, Ketua Tim, serta seluruh ASN di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Medan.
Aksi bersih-bersih dilakukan secara gotong royong dengan menyasar berbagai titik di lingkungan kantor. Mulai dari taman, halaman, pelataran parkir, hingga trotoar dibersihkan agar kawasan perkantoran tetap rapi, nyaman, dan asri.
Sedikit satire boleh saja. Kadang kita begitu sibuk membahas perubahan iklim dalam seminar ber-AC, tetapi lupa bahwa bungkus plastik yang dibuang sembarangan di depan kantor pun ikut menjadi bagian dari masalah. Padahal, perubahan besar sering kali dimulai dari kebiasaan kecil.
Kegiatan korve ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Wali Kota Medan yang mengajak seluruh perangkat daerah melaksanakan aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Pesannya jelas, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui seruan, tetapi harus terlihat dalam tindakan.
Sebagai kota metropolitan, Medan menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari persoalan sampah, kualitas udara, pemeliharaan ruang terbuka hijau, hingga kebersihan drainase dan aliran sungai. Persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan atau pemerintah semata, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Mengusung semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim” dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia serta tema turunan “Medan Asri Bergerak”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan dimulai dari tempat yang paling dekat dengan kita, yakni rumah, kantor, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Plt. Sekretaris DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit, menegaskan bahwa kerja bakti bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan kerja. Menurutnya, kebersihan kantor mencerminkan kedisiplinan sekaligus komitmen aparatur dalam memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.
Pada akhirnya, aksi memegang sapu selama satu jam mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan secara konsisten oleh ribuan orang, dampaknya akan jauh lebih besar daripada seribu slogan yang hanya berhenti di spanduk. Karena lingkungan yang bersih bukan lahir dari siapa yang paling banyak berbicara, melainkan dari siapa yang mau bergerak lebih dulu.
Melalui kegiatan ini, Sekretariat DPRD Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Kota Medan dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, rapi, dan berkelanjutan. Sebab menjaga bumi bukan pekerjaan sekali setahun, melainkan kebiasaan yang seharusnya dilakukan setiap hari.(***)






