Tak Sekadar Berkunjung, Wong Chun Sen Rutin Bantu Anak Stunting di Medan Tembung
MEDAN — Kepedulian terhadap anak penderita stunting tidak cukup hanya dengan datang, melihat kondisi, lalu pulang membawa cerita. Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., memilih melakukan pendampingan secara berkelanjutan dengan memberikan susu dan vitamin secara gratis kepada anak-anak yang membutuhkan.
Langkah itu kembali dilakukan Wong bersama timnya dengan mendatangi sejumlah anak penderita stunting di Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (13/9/2026).
Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Juleha, balita berusia tiga tahun yang tinggal di Jalan Buluh Perindu, Pukat Banting 4, Gang Intan, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung.
Di hadapan keluarga Juleha, Wong mengatakan kedatangannya bukan sekadar untuk melihat kondisi sang anak, tetapi juga memberikan dukungan berupa susu dan vitamin yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizinya.
Wong mengaku memperoleh informasi mengenai kondisi Juleha dari timnya yang menemukan adanya anak penderita stunting yang membutuhkan perhatian.
“Informasi tersebut langsung saya tindaklanjuti. Hari ini saya bersama tim datang ke kediaman Juleha untuk memberikan susu dan vitamin gratis agar kondisi anak ini berangsur-angsur membaik,” ujar Wong yang juga Ketua Permabudhi Sumatera Utara.
Usai menyerahkan bantuan, Wong tidak berhenti di satu rumah. Ia kemudian melanjutkan kunjungan ke kediaman anak lainnya, Rinaldi, di Jalan Bersama, Gang Jawa, Kecamatan Medan Tembung.
Rinaldi kini berusia 10 tahun dan mengalami kondisi khusus. Ia diketahui belum mampu berjalan maupun berbicara.
Kondisi Rinaldi membuat Wong terenyuh. Tatapan polos sang anak saat menyambut kedatangannya menjadi perhatian tersendiri.
Kepada Wong, orang tua Rinaldi menceritakan bahwa kondisi tersebut dialami sejak anaknya masih bayi setelah mengalami kejang. Sejak itu, menurut penuturan keluarga, perkembangan Rinaldi mengalami hambatan hingga saat ini belum mampu berjalan dan berbicara.
Mendengar cerita tersebut, Wong kemudian menyerahkan bantuan susu dan vitamin untuk Rinaldi.
“Ini ada susu dan vitamin yang saya berikan kepada Rinaldi. Susu dan vitamin ini sebelumnya juga sudah saya berikan kepada lima anak penderita stunting. Puji Tuhan, ada yang kondisinya sudah membaik dan kembali normal hingga dapat berjalan,” ungkapnya.
Enam Tahun Tak Sekadar Seremonial
Wong mengatakan, pemberian susu dan vitamin gratis tersebut bukan program yang baru dilakukan. Ia mengaku telah menjalankannya selama sekitar enam tahun, khususnya bagi anak-anak di Kecamatan Medan Tembung.
Menurut Wong, pendampingan tersebut menunjukkan perkembangan positif pada sejumlah anak. Bahkan, terdapat anak yang sebelumnya mengalami keterbatasan dalam berjalan dan kemudian menunjukkan perkembangan hingga mampu berjalan kembali.
Meski demikian, Wong mengingatkan bahwa bantuan yang diberikan bukan pengganti perhatian orang tua maupun penanganan medis. Menurutnya, tumbuh kembang anak tetap membutuhkan perhatian menyeluruh, mulai dari kebersihan, pola makan hingga kecukupan asupan gizi.
“Orang tua harus tetap menjaga kesehatan anak, kebersihan dan pola makannya. Kemudian, secara teratur memberikan asupan susu dan gizi yang saya berikan ini. Semoga anak-anak penderita stunting tersebut berangsur-angsur pulih dan sehat kembali,” katanya.
Ia menegaskan, bantuan susu dan vitamin akan terus diberikan setiap bulan sebagai bentuk pendampingan sampai kondisi anak menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
“Pemberian susu dan vitamin ini akan terus kita berikan setiap bulan sampai anak tersebut sembuh,” pungkas Wong.
Apa yang dilakukan Wong memperlihatkan bahwa persoalan stunting tidak bisa selesai hanya dengan angka penurunan prevalensi di atas kertas. Di tingkat keluarga, persoalan itu hadir dalam bentuk kebutuhan makanan bergizi, perhatian orang tua, akses kesehatan dan pendampingan yang tidak boleh putus di tengah jalan.
Sebab, bagi keluarga yang sedang berjuang memastikan anaknya tumbuh sehat, bantuan yang datang secara rutin jauh lebih berarti daripada kunjungan yang hanya ramai ketika kamera menyala.(***)






