Medan – Kalau ada lomba membuat target jangka panjang paling ambisius, India mungkin sudah masuk final. Pemerintah Negeri Bollywood memasang target yang tidak main-main: Viksit Bharat 2047, yaitu menjadikan India sebagai negara maju tepat saat merayakan 100 tahun kemerdekaannya.
Targetnya terdengar sederhana. Praktiknya? Ya, kira-kira seperti seseorang yang baru mulai jogging hari ini, lalu bercita-cita ikut maraton Olimpiade dua puluh tahun lagi. Bukan mustahil, tapi jelas tidak cukup hanya membeli sepatu olahraga.
Dompet Negara Harus Lebih Tebal
Hari ini ekonomi India sudah berada di jajaran empat besar dunia dengan nilai sekitar US$4,5 triliun. Kedengarannya fantastis.
Masalahnya, angka itu harus dibagi kepada hampir 1,5 miliar penduduk. Akibatnya, rasa “kaya” di atas kertas belum otomatis terasa sampai ke dapur masyarakat.
Karena itu, target berikutnya adalah membuat ekonomi India melonjak menjadi US$10 triliun.
Caranya?
Ekspor harus melesat. Investasi asing harus mengalir lebih deras. Reformasi birokrasi, tenaga kerja, pertanahan, energi hingga infrastruktur harus benar-benar dikerjakan.
Singkatnya, investor bukan cuma diajak datang dengan senyum, tetapi juga diberi kepastian bahwa mengurus izin tidak lebih lama daripada membuat film serial.
Pertumbuhan Harus Sampai ke Warung. Pertumbuhan ekonomi memang penting. Namun kalau yang menikmati hanya gedung pencakar langit, sementara desa masih sibuk memperbaiki jalan berlubang dengan batu seadanya, maka angka pertumbuhan hanya menjadi bahan presentasi seminar.
Konsep Viksit Bharat menekankan bahwa kemajuan harus dirasakan semua lapisan masyarakat.
Artinya, semakin banyak anak muda harus berubah status dari:
“Sedang mencari pekerjaan” menjadi “Sedang membuka lowongan pekerjaan.” Kalau ini berhasil, efeknya jauh lebih besar dibanding sekadar membanggakan statistik.
Ijazah Saja Tidak Cukup
Salah satu kritik terbesar terhadap pendidikan India adalah budaya menghafal.
Lulusan banyak. Yang benar-benar siap kerja? Tidak selalu sebanyak itu. Karena itu pemerintah ingin memperkuat:
pelatihan vokasi, kolaborasi kampus dengan industri, kecerdasan buatan (AI), riset, inovasi.
Pesannya sederhana.
Di era sekarang, ijazah hanyalah tiket masuk. Yang menentukan tetap kemampuan.
Rumah Sakit Jangan Jadi Tempat Menguras Tabungan India telah memperluas layanan kesehatan melalui berbagai program nasional.
Jumlah fakultas kedokteran bertambah.
Wisata medis juga berkembang pesat sehingga banyak pasien asing datang berobat.
Tetapi tantangan tetap besar.
Biaya kesehatan terus naik.
Penyakit jantung dan diabetes meningkat.
Karena itu pembangunan rumah sakit, puskesmas, tenaga medis, hingga layanan digital masih menjadi pekerjaan rumah yang belum boleh selesai hanya karena pita peresmian sudah dipotong.
Hijau, Tapi Tetap Tumbuh
Menariknya, India tidak ingin mengulang jalur pembangunan lama yang sangat bergantung pada batu bara. Mereka ingin membangun ekonomi besar dengan energi yang lebih ramah lingkungan.
Logikanya cukup masuk akal. Kalau bisa kaya tanpa membuat udara semakin sesak, mengapa harus memilih cara yang lebih mahal untuk generasi berikutnya?
2047: Ujian Besar, Bukan Sekadar Slogan
Pada akhirnya, Viksit Bharat 2047 bukan sekadar slogan yang enak dicetak di baliho.
Target ekonomi, pendidikan, kesehatan, investasi, lapangan kerja, hingga pembangunan berkelanjutan semuanya saling berkaitan.
Yang paling menentukan justru bukan seberapa indah dokumen perencanaannya, melainkan apakah setiap kementerian mampu bekerja dalam irama yang sama. Karena sejarah sering menunjukkan satu pelajaran sederhana:
Membuat visi itu mudah. Membuat seluruh birokrasi bergerak menuju visi yang sama, nah… itu baru level “developed nation” yang sesungguhnya.
Jika India berhasil menjaga konsistensi selama dua dekade ke depan, bukan tidak mungkin pada tahun 2047 mereka benar-benar merayakan kemerdekaan ke-100 bukan hanya dengan parade dan kembang api, tetapi juga dengan status baru sebagai salah satu negara maju dunia. Dan kalau itu terjadi, dunia akan melihat bahwa mimpi besar ternyata bisa diwujudkan—asal tidak berhenti menjadi slide presentasi.(***)







