Bukan Sekadar Bollywood, Indian Film Festival 2026 Resmi Digelar di Medan

Bukan Sekadar Bollywood, Indian Film Festival 2026 Resmi Digelar di Medan

MEDAN – Kalau mendengar kata film India, sebagian orang mungkin langsung teringat Shah Rukh Khan, tarian, musik, atau adegan aksi yang seolah tidak pernah kehabisan energi.

Namun, Indian Film Festival 2026 di Medan ingin menunjukkan bahwa sinema India punya cerita yang jauh lebih luas dari sekadar itu.

Konsulat Jenderal India di Medan resmi membuka Indian Film Festival 2026, Rabu (16/9/2026). Festival yang digelar bekerja sama dengan Indonesian Youth Diplomacy (IYD) ini menjadi rangkaian perayaan selama tiga hari yang menggabungkan sinema, budaya dan hubungan antarmasyarakat India-Indonesia.

Festival berlangsung 16-18 September 2026 di Maple Theatre, Lantai 5, Grand City Hall, Medan.

Sejumlah tamu turut hadir dalam pembukaan, di antaranya Ketua IYD Sumatera Utara Ms. Sares Wari bersama anggota IYD, Ms. Yuliana, S.E., M.B.A., Kepala Inkubator Bisnis sekaligus Staf Pengajar Senior Universitas Satya Terra Bhinneka, mahasiswa, Friends of India, serta Dr. Daniel Irawan yang dikenal sebagai sutradara dan kritikus film.

Pathaan Buka Festival

Pembukaan festival langsung menyuguhkan film thriller aksi populer India, Pathaan, yang dibintangi Shah Rukh Khan, Deepika Padukone dan John Abraham.

Sekitar 200 peserta hadir menyaksikan film tersebut, termasuk mahasiswa Universitas Satya Terra Bhinneka dan Friends of India.

Antusiasme penonton menjadi salah satu gambaran bahwa film India masih memiliki tempat tersendiri di kalangan masyarakat Sumatera Utara.

Apalagi kalau yang tampil Shah Rukh Khan. Barangkali sebagian penonton datang untuk menikmati film, sebagian lagi datang untuk nostalgia—dan keduanya sama-sama sah.

Namun, di balik hiburan tersebut, festival membawa pesan yang lebih luas. Film ditempatkan sebagai salah satu jembatan untuk memperkenalkan budaya, masyarakat dan kehidupan kontemporer India kepada masyarakat Medan.

Kampus Jadi Jembatan Pertukaran Budaya

Kehadiran mahasiswa Universitas Satya Terra Bhinneka juga menjadi bagian penting dalam festival.

Institusi pendidikan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat pertukaran budaya dan hubungan antarmasyarakat. Kampus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya, gagasan dan perspektif dari berbagai negara.

Melalui program seperti Indian Film Festival, pengenalan budaya tidak harus selalu dilakukan melalui seminar formal dengan materi yang panjang.

Film pun bisa menjadi pintu masuk. Dari cerita, karakter dan kehidupan yang ditampilkan di layar, penonton dapat mengenal sisi lain masyarakat India.

Dalam interaksi dengan Konsul Jenderal, sejumlah mahasiswa menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival dan mengaku menikmati film India yang diputar.

Mereka juga menyampaikan antusiasme untuk mengikuti pemutaran film India berikutnya.

Menanggapi minat tersebut, Konsul Jenderal India menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan lebih banyak pemutaran film India berdasarkan permintaan masyarakat.

Jawan dan Raksha Bandhan Menyusul

Festival tidak berhenti pada Pathaan.

Pada 17 September 2026, penonton dijadwalkan menyaksikan Jawan, film yang dibintangi Shah Rukh Khan, Nayanthara dan Vijay Sethupathi.

Sementara rangkaian festival ditutup pada 18 September melalui pemutaran Raksha Bandhan yang dibintangi Akshay Kumar.

Berbeda dari dua film aksi sebelumnya, Raksha Bandhan menawarkan cerita yang lebih berpusat pada keluarga, kasih sayang, tanggung jawab dan hubungan antarmanusia.

Pemilihan ketiga film tersebut sekaligus memperlihatkan beragam wajah sinema India kontemporer.

Pathaan dan Jawan merepresentasikan skala, energi serta popularitas film India modern. Sementara Raksha Bandhan mengangkat tema keluarga dan hubungan sosial yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan kata lain, penonton tidak hanya diajak melihat India lewat aksi dan hiburan, tetapi juga melalui cerita mengenai manusia dan kehidupan.

Film Menjadi Diplomasi Budaya

India dan Indonesia memiliki hubungan peradaban yang panjang, dengan jejak historis dan budaya yang terlihat dalam berbagai aspek kehidupan Indonesia.

Pengaruh budaya India antara lain dapat ditemukan dalam sastra, seni pertunjukan, arsitektur, bahasa dan tradisi.

Dalam konteks kekinian, pertukaran budaya terus menjadi ruang bagi masyarakat kedua negara untuk menemukan nilai-nilai bersama sekaligus memahami keberagaman ekspresi budaya masing-masing.

Sinema menjadi salah satu medium yang efektif untuk itu.

Industri film India sendiri dikenal memiliki keragaman cerita yang luas, mulai dari keluarga, persahabatan, aksi, romansa, komedi hingga persoalan sosial kontemporer.

Karena itu, Indian Film Festival 2026 tidak hanya menjadi agenda menonton film di bioskop. Festival ini juga menjadi ruang perjumpaan antara komunitas India, Friends of India, institusi pendidikan dan masyarakat Indonesia.

Dari Layar Lebar ke Hubungan Antarmasyarakat

Konsulat Jenderal India di Medan melalui festival ini berupaya memperluas keterlibatan budaya antara masyarakat India dan Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Film-film yang ditampilkan diharapkan dapat mendorong ketertarikan yang lebih besar terhadap India, bukan hanya sebagai negara dengan industri film besar, tetapi juga sebagai masyarakat dengan warisan budaya yang sangat beragam.

Selama tiga hari, penonton diajak menikmati cerita tentang keluarga, persahabatan, keberanian, identitas dan hubungan antarmanusia—tema yang barangkali tidak mengenal batas negara.

Pada akhirnya, diplomasi budaya memang tidak selalu membutuhkan podium, jas resmi dan pidato panjang.

Kadang cukup sebuah layar lebar, film yang menarik, penonton yang antusias, lalu percakapan yang terbangun setelah lampu bioskop kembali menyala.

Indian Film Festival 2026 berlangsung 16-18 September 2026 di Maple Theatre, Lantai 5, Grand City Hall, Medan, dengan Pathaan pada 16 September, Jawan pada 17 September dan Raksha Bandhan pada 18 September 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *