Bukan Sekadar Pojok Buku, Bharat Corner Hadir di Sekolah Brigjend Katamso Medan
MEDAN – Mengenal India ternyata tidak harus menunggu kuliah ke luar negeri atau menonton film Bollywood sampai hafal nama pemainnya.
Kini, para siswa Yayasan Perguruan Nasional Brigjend Katamso Medan punya ruang khusus untuk mengenal India lebih dekat. Namanya Bharat Corner.
Konsulat Jenderal India di Medan resmi meresmikan Bharat Corner di Yayasan Perguruan Nasional Brigjend Katamso, Medan, Selasa (15/9/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan pendidikan dan budaya antara India dan Indonesia sekaligus memperluas pengetahuan pelajar Indonesia mengenai negeri yang dikenal memiliki sejarah dan keragaman budaya yang panjang.
Peresmian dihadiri Ketua Yayasan Perguruan Nasional Brigjend Katamso, Bapak Andy Krishnaputra, bersama anggota komunitas sekolah dan para siswa.
Siswa Bertanya, Konsul Jenderal Menjawab
Yang menarik, acara tidak berhenti pada seremoni peresmian.
Setelah Bharat Corner dibuka, para siswa mengikuti sesi interaktif bersama Konsul Jenderal India di Medan.
Dalam sesi tersebut, para siswa mendapatkan kesempatan mengenal lebih jauh tentang India, mulai dari kekayaan warisan budaya, tradisi, sejarah hingga keberagaman masyarakatnya.
Para siswa terlihat antusias. Berbagai pertanyaan diajukan kepada Konsul Jenderal mengenai kehidupan dan budaya India.
Rasa ingin tahu para siswa menunjukkan bahwa diplomasi budaya sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana: memberi ruang kepada anak-anak untuk bertanya.
Sebab, kalau anak-anak sudah mulai bertanya, setidaknya ada satu hal yang jelas—mereka tidak sekadar datang untuk duduk, mendengar sambutan, lalu menunggu acara selesai.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga mencerminkan ketertarikan siswa untuk mengetahui India sekaligus mencari berbagai kesamaan dan hubungan antara India dan Indonesia.
Bharat Corner Jadi Ruang Belajar
Bharat Corner nantinya menjadi ruang khusus bagi siswa untuk mengeksplorasi India melalui buku, materi pendidikan dan berbagai sumber budaya.
Ruang tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami India secara lebih luas, tidak hanya dari sisi hiburan atau gambaran populer yang selama ini beredar.
Para siswa dapat mengenal peradaban, budaya serta masyarakat kontemporer India melalui pembelajaran dan eksplorasi mandiri.
Dengan konsep seperti ini, Bharat Corner bukan sekadar sebuah sudut ruangan dengan papan nama yang kemudian difoto saat peresmian.
Tantangannya justru setelah pita peresmian dipotong: apakah ruang tersebut benar-benar hidup, dibaca, dipelajari dan dimanfaatkan siswa.
Jika siswa datang, membuka buku dan berdiskusi, maka sebuah “corner” kecil bisa berubah menjadi jendela pengetahuan yang cukup besar.
Menanam Diplomasi Sejak Bangku Sekolah
Konsulat Jenderal India di Medan menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan pendidikan dan budaya di kalangan generasi muda Indonesia.
Kehadiran Bharat Corner di Yayasan Perguruan Nasional Brigjend Katamso menjadi salah satu sarana untuk menciptakan kesempatan bagi siswa berinteraksi secara langsung dengan kekayaan warisan budaya India.
Program tersebut sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat India dan Indonesia melalui jalur pendidikan.
Bagi generasi muda, mengenal budaya negara lain bukan berarti harus meninggalkan budaya sendiri. Justru dari perkenalan itu, mereka dapat memahami bahwa perbedaan budaya dapat menjadi ruang untuk belajar dan menemukan persamaan.
India dan Indonesia memiliki sejarah hubungan budaya yang panjang. Kini, hubungan tersebut diperkenalkan kembali kepada generasi muda dengan cara yang lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan mereka.
Dari sebuah ruang di lingkungan sekolah, para siswa diajak melihat dunia yang lebih luas.
Dan mungkin, suatu hari nanti, ketika mendengar kata “India”, mereka tidak hanya teringat film Bollywood.
Mereka juga akan teringat bahwa di sekolahnya pernah ada sebuah sudut kecil bernama Bharat Corner—tempat mereka pertama kali membuka buku dan menemukan cerita tentang negeri yang berada ribuan kilometer dari Medan.(***)






