Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi tenaga pendidik terhadap pendidikan inklusi, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 12 Medan mengadakan Pelatihan Pendidikan Inklusi untuk seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungannya. Pelatihan yang dilaksanakan pada hari Selasa (24/02) di Ruang Guru MIN 12 Medan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kota Medan, H. DR. Yose Rizal, MM.
Kegiatan ini diikuti oleh 68 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, yang memanfaatkan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai bentuk realisasi anggaran untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten, yaitu Ketua Forum Pendidikan Inklusi Sumatera Utara, DR. Yeni Sri Wahyuni Rangkuti, MA.
Dalam sambutannya, Kepala MIN 12 Medan Rini Sartika menyatakan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menciptakan madrasah yang inklusif, yakni yang mampu menerima peserta didik berkebutuhan khusus tanpa membedakan dengan siswa reguler. “Kami ingin pendidik dan tenaga kependidikan di MIN 12 Medan siap mendukung dan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus dengan penuh perhatian dan kasih sayang,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Penmad Yose Rizal, juga memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia berharap agar hasil pelatihan ini dapat diterapkan sepenuhnya di MIN 12 Medan. “Sebagai Madrasah Inklusi, kita harus membuka diri untuk menerima anak-anak dengan berbagai kondisi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tanpa diskriminasi,” tegasnya.
Yose Rizal juga menekankan bahwa setiap sekolah atau madrasah wajib mengakomodir kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus sesuai dengan amanat undang-undang. Hal ini memerlukan pembelajaran diferensiasi dengan kurikulum adaptif agar setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang sesuai. Ia turut menggarisbawahi pentingnya peran Guru Bimbingan Konseling (GBK) yang aktif dan inovatif dalam mewujudkan implementasi pendidikan inklusif.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan MIN 12 Medan semakin siap memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, melalui kolaborasi yang erat antar tenaga pendidik dan pelatihan yang berkesinambungan.(***)






