Saut Boangmanalu: Bawaslu Sumut Maksimalkan Pengawasan Pemilihan Serentak 2024

Politik28 Dilihat

matabangsa.com  – Medan: Meskipun Sumatera Utara berada dalam kategori kerawanan sedang berdasarkan Peta Kerawanan Pemilihan Serentak 2024 yang diluncurkan oleh Bawaslu RI, komitmen Bawaslu Sumatera Utara untuk memaksimalkan pengawasan di seluruh kabupaten dan kota tetap tinggi. Hal ini ditegaskan oleh Saut Boangmanalu, Anggota Bawaslu Sumatera Utara, dalam acara peluncuran Peta Kerawanan Pemilihan di Bidakara Hotel, Jakarta, Selasa (26/8/2024).

“Kita tidak boleh lengah sedikitpun meskipun kerawanan berada pada kategori sedang. Seluruh energi kita persiapkan untuk memastikan kesuksesan Pemilihan Kepala Daerah 2024,” ujar Saut. Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran Bawaslu, dari pusat hingga tingkat paling bawah, agar pemilihan kali ini bisa menjadi tolok ukur sukses pengawasan demokrasi, baik di Sumut maupun di Indonesia.

Saut juga menggarisbawahi pentingnya kapasitas dan kapabilitas jajaran Bawaslu dalam melakukan pencegahan, pengawasan, dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu. “Harapannya hasil pengawasan ini dapat menjadi acuan,” tambahnya.

Mantan Anggota Bawaslu Kabupaten Pakpak Bharat periode 2018-2023 ini menegaskan bahwa Bawaslu Sumut harus terus berupaya dalam pengembangan pencegahan dan pengawasan. Menurutnya, Bawaslu Sumut harus mampu beradaptasi dan berkembang sesuai dengan tantangan yang dihadapi.

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pemilihan serentak kali ini adalah menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Saut menilai, potensi pelanggaran seperti saling mengadukan dan gesekan antar pendukung bisa muncul, sehingga diperlukan langkah pencegahan yang komprehensif. Bawaslu Sumut berencana membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga non-pemerintah, untuk mendapatkan dukungan dalam tugas pengawasan ini.

“Kemampuan dan kemauan sangat penting dalam mengatasi masalah yang mungkin timbul. Kami terus memperkuat kemampuan Bawaslu Sumut serta jajaran sekretariat supportingnya,” kata Saut. Ia menambahkan bahwa pelatihan dan peningkatan kapasitas akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengawasan.

Selain penguatan internal, Bawaslu Sumut juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak. “Kami akan merangkul lembaga-lembaga kepemiluan, ormas, pemantau Pemilu, media, kampus-kampus, serta tokoh-tokoh yang berpengaruh,” ujarnya.

Melalui pendekatan partisipatif ini, Bawaslu Sumut berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam melaporkan potensi pelanggaran dan ikut serta dalam menjaga kualitas pemilihan. Ini sejalan dengan upaya untuk mewujudkan pemilihan yang jujur, adil, dan bersih.

Bawaslu Sumut juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengawasan dan pencegahan pelanggaran pemilu. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran aktif mereka dalam menjaga integritas proses pemilihan.

Selain itu, Saut menyebutkan bahwa pengawasan di lapangan akan lebih intensif, khususnya di wilayah-wilayah yang dianggap rawan. Koordinasi dengan aparat keamanan juga akan diperkuat untuk memastikan situasi tetap kondusif sepanjang tahapan pemilihan berlangsung.

Bawaslu Sumut berharap dengan adanya pengawasan yang maksimal dan keterlibatan semua pihak, Pemilihan Kepala Daerah 2024 di Sumatera Utara dapat berlangsung secara demokratis dan transparan. Keberhasilan pemilihan ini diharapkan dapat menjadi contoh baik bagi penyelenggaraan pemilihan di daerah lain di Indonesia.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah direncanakan, Bawaslu Sumut optimis dapat mengawal proses demokrasi ini dengan baik. Pemilihan yang jujur dan adil bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat Sumatera Utara.

“Kerja sama dari semua pihak adalah kunci suksesnya pemilihan ini,” pungkas Saut.(utho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *