Kejagung Periksa 4 Saksi Terkait Kredit Bermasalah PT Sritex, Ada Nama dari LPEI dan Internal Perusahaan

Kriminal39 Dilihat

Isi Konten

  • Kejagung Periksa 4 Saksi Terkait Kredit Bermasalah PT Sritex, Ada Nama dari LPEI dan Internal Perusahaan
  • PT Sri Rejeki Isman Tbk (PT Sritex) dan entitas anak usahanya
  • Empat saksi tersebut hadir di Gedung Bundar
  • RFL (Kepala Divisi Pembiayaan II LPEI), MM (Kasir PT Sritex), PDSG (GM Inventory PT Sritex), dan RR (Relationship Manager di LPEI)

matabangsa.com – Jakarta: Kejaksaan Agung kembali menunjukkan langkah tegas dalam membongkar dugaan korupsi di sektor perbankan. Kali ini, giliran empat orang saksi yang diperiksa terkait kasus pemberian kredit ke PT Sri Rejeki Isman Tbk (PT Sritex) dan entitas anak usahanya.

Empat saksi tersebut hadir di Gedung Bundar, masing-masing berinisial RFL (Kepala Divisi Pembiayaan II LPEI), MM (Kasir PT Sritex), PDSG (GM Inventory PT Sritex), dan RR (Relationship Manager di LPEI). Mereka dimintai keterangan oleh tim Jaksa Penyidik dari JAM PIDSUS.

Pemeriksaan ini masih berkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit oleh tiga bank daerah: Bank BJB, Bank DKI, dan Bank Jateng kepada PT Sritex. Kredit jumbo ini disinyalir tidak sesuai prosedur dan mengandung potensi kerugian besar bagi keuangan negara.

“Para saksi diperiksa untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara atas nama tersangka ISL dan kawan-kawan,” terang Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 18 Juli 2025. 

Nama ISL sendiri telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Sejumlah pihak meyakini, penelusuran aliran dana dan proses pemberian kredit akan membuka tabir lebih luas soal siapa saja yang terlibat.

Dua dari empat saksi berasal dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang punya peran penting dalam pembiayaan ekspor dan pengembangan industri nasional. Sedangkan dua lainnya adalah orang dalam PT Sritex, yang kemungkinan besar tahu banyak soal kondisi keuangan dan transaksi internal perusahaan.

Pemeriksaan berlangsung sepanjang hari di Kejaksaan Agung dan menjadi bagian dari upaya serius Kejagung menelusuri dugaan penyimpangan dana kredit ke perusahaan tekstil besar asal Solo tersebut.

Kasus ini mendapat perhatian publik karena menyangkut nama-nama besar dan dugaan kerugian yang nilainya mencapai ratusan miliar. Publik menanti, siapa lagi yang akan terseret dalam kasus ini dan bagaimana kelanjutannya.

Dengan pemeriksaan saksi yang terus berlanjut, besar kemungkinan akan ada babak baru dalam kasus Sritex ini. Kejaksaan memastikan proses hukum akan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *