Lepas Dari Pengawasan Orang Tua, Dua Balita Di Tulungagung Tewas Tercebur Kolam Gurami

Matabangsa23 Dilihat

Matabangsa.comTulungagung: Satu lagi pelajaran penting bagi kita, terutama orang tua yang mempunyai anak usia dibawah lima tahun atau balita.

Di Desa Pundensari, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur, Jum’at (25/03/22), lepas dari pengawasan orang tua, dua balita ditemukan tewas setelah tenggelam di kolam gurami milik tetangganya.

Kedua korban ditemukan pertama kali oleh orang tuanya. Mendapati anak mereka tercebur kolam, orang tua korban berteriak histeris dan meminta bantuan kepada warga.

Kapolsek Rejotangan AKP Heri Purwanto mengatakan dua korban adalah AF (4) dan ZA (4) warga Desa Pundensari, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.

“Kejadiannya Jumat siang kemarin, tapi baru dilaporkan ke kami sore hari. Dan kami ke lokasi, kedua korban sudah dimakamkan oleh keluarganya,” terang Heri Purwanto, Sabtu (26/03/22).

Keterangan sejumlah saksi mengatakan, tidak ada warga yang tahu bagaimana dua bocah itu tercebur ke kolam gurami milik Abdullah (70). Dan keberadaan korban baru diketahui sekitar pukul 10.30 WIB oleh Naning, yang tidak lain adalah ibu salah satu korban.

“Saat tahu anaknya tenggelam di kolam, dia langsung berteriak minta tolong. Dua orang di sekitar mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi kedua korban,” tambah Heri.

Setelah dievakuasi kedua korban dibawa ke Puskesmas Rejotangan Tulungagung untuk segera ditangani, tapi saat diperiksa keduanya dinyatakan telah meninggal dunia.

Dari proses penyelidikan Polisi, Kapolsek Rejotangan mengatakan bahwa kedua bocah itu diduga lepas dari pengawasan orang tua saat bermain di sekitar lokasi kejadian.

“Dugaan kami lepas dari pengawasan saat bermain, untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selalu mengawasi anak-anak yang masih balita saat bermain,” himbau Kapolsek.

Anak usia Balita belum bisa mengukur tingkat risiko bahaya dari lingkungan tempat nya bermain, karena itu pengawasan orang tua sangat penting dilakukan. Jangan pernah menyesal dikemudian hari hanya karena kecerobohan kita sebagai orang tua. (c-git)

X x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *