Warga Marihat Bukit Kritik Pangulu, Tiga Pekan Lalu Menjadi Orator, Apakah Boleh?
Simalungun – Aksi demonstrasi yang melibatkan puluhan massa berlangsung, pada hari Rabu 13 Mei 2025 lalu, Pangulu Marihat Bukit, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun menuai kritik dari masyarakat sekitar, Jumat (22/05/2026) jam 10.00 WIB.
Masyarakat meminta agar aksi demonstrasi yang dilakukan sekelompok massa sesuai fakta hanya tiga orang terdata sebagai warga Nagori Marihat Bukit terlihat memblokade jalan dengan cara memalang tiga unit mobil.
Aksi itu sempat mengganggu pengguna jalan umum. Masyarakat pun protes lalu meminta agar pangulu Nagori Marihat Bukit, Sahrul Ginting melarang aksi serupa dan tidak terulang lagi,
“Kepada pangulu Marihat Bukit, kami minta agar saudara mengingatkan sekelompok massa yang kemarin agar tidak melakukan aksi demonstrasi. Kami melihat, hanya tiga orang warga Marihat Bukit. Selebihnya warga yang datang dari nagori lain. Kami ingatkan pak pangulu, aksi serupa jangan terulang lagi,” ucap Mario, mengaku warga Nagori Marihat Bukit.
Kritikan juga disampaikan masyarakat secara tertulis melalui akun Facebook. Sugeng Rawu. Tulisan Sugeng menyampaikan bahwa Pangulu Marihat Bukit dipilih oleh warga.
Terkesan tulisan itu mengingatkan sejak menjabat pangulu, Sahrul Ginting bukanlah dipilih oleh puluhan Pendemo Sipef tetapi masyarakat yang terdata sebagai warga Nagori Marihat Bukit,
“Bapak pangulu Marihat Bukit, dimana peran Anda sewaktu waktu warga terganggu dengan hal ini. Bapak dipilih warga Marihat Bukit untuk mengayomi masyarakat bukan jadi pemimpin yang lupa dengan kepentingan warga masyarakat,” tulis Sugeng di halaman utama Facebook.
Terpisah, sebelum aksi demonstrasi dua pekan lalu, Pangulu Nagori Marihat Bukit, Sahrul Ginting berorator pada tanggal 28 April 2026 mengatasnamakan warganya di salah satu lokasi di nagori Bangun.
“Apakah bisa pangulu Sahrul Ginting berorator membawa nama warganya. Padahal saat itu, hanya tiga orang warga marihat bukit ikut demonstrasi di salah satu lokasi di Nagori Bangun. Selebihnya bukanlah warga marihat bukit,” ujar pria warga Nagori Marihat Bukit tidak mau namanya dituliskan, Jumat (22/06/2026) jam 15.00 WIB.
Sementara, Pangulu Nagori Marihat Bukit, Sahrul Ginting belum berhasil dikonfirmasi.(***)






