Di Tengah Hiruk Pikuk Politik, Medan Menyalakan Pelita Toleransi
Di kota yang sehari-harinya lebih sering diramaikan oleh urusan anggaran, pembangunan jalan, dan perdebatan politik, Lapangan Benteng Medan pada Sabtu, 13 Juni 2026, menghadirkan suasana yang berbeda. Tidak ada rapat paripurna, tidak ada adu argumentasi, yang ada justru ribuan pelita dan pesan perdamaian dalam peringatan Hari Raya Waisak 2026.
Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, hadir bersama Wali Kota Medan Rico Waas, Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta umat Buddha yang memadati lokasi acara. Sebuah pemandangan yang mengingatkan bahwa di luar segala perbedaan jabatan dan latar belakang, semua orang tetap memiliki ruang yang sama untuk merayakan nilai kemanusiaan.
Tema yang diangkat tahun ini, “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijakan”, terdengar sederhana tetapi cukup relevan. Sebab masyarakat tentu berharap moral dan kebijakan memang berjalan beriringan. Jangan sampai moralnya berbicara soal kesederhanaan, sementara kebijakannya justru membuat rakyat pusing tujuh keliling.
Perayaan berlangsung khidmat dan penuh nuansa persaudaraan. Sesekali suasana itu menjadi pengingat bahwa toleransi sebenarnya bukan slogan yang hanya muncul saat hari besar keagamaan, melainkan kebiasaan yang harus hidup setiap hari di tengah masyarakat yang beragam.
Medan sendiri dikenal sebagai kota yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya. Karena itu, menjaga kerukunan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Sama seperti jalan yang perlu dirawat agar tidak berlubang, persaudaraan juga perlu dijaga agar tidak retak.
Puncak acara ditandai dengan penyalaan pelita perdamaian dan pelepasan pawai Waisak. Cahaya-cahaya kecil itu mungkin tidak cukup untuk menerangi seluruh Kota Medan, tetapi setidaknya menjadi simbol bahwa kedamaian selalu dimulai dari langkah-langkah sederhana.
Masyarakat tentu berharap semangat Waisak tidak berhenti saat pelita padam dan panggung dibongkar. Sebab yang paling dibutuhkan kota ini bukan hanya cahaya lilin selama satu malam, melainkan cahaya toleransi yang terus menyala sepanjang tahun.
Topik: Peringatan Waisak 2026 Perkuat Toleransi dan Persaudaraan di Kota Medan
Tag: #Waisak2026, #MedanRumahBersama, #Toleransi, #DPRDMedan, #KerukunanUmatBeragama






