Lepas Purna Tugas Sekda, Rico Waas: Wiriya Alrahman Tak Hanya Mengabdi, tetapi Juga Melahirkan Banyak Pemimpin
MEDAN – Setelah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman resmi memasuki masa purna tugas. Pelepasan yang berlangsung di lobi Kantor Wali Kota Medan, Rabu (29/7), berlangsung hangat, penuh keakraban, sekaligus menjadi ruang mengenang perjalanan panjang seorang birokrat yang telah melewati berbagai dinamika pemerintahan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, setiap aparatur sipil negara pada akhirnya akan sampai pada fase yang sama. Pensiun bukanlah garis akhir pengabdian, melainkan awal babak baru setelah menyelesaikan amanah sebagai pelayan masyarakat.
“Setiap ASN pasti akan menemui hari seperti ini. Pak Sekda telah melalui berbagai proses, mulai dari pembangunan hingga pembenahan tata kelola pemerintahan,” ujar Rico Waas.
Menurut Rico, warisan seorang pemimpin tidak selalu berbentuk gedung, jalan, atau kebijakan yang tertulis dalam dokumen pemerintahan. Ada warisan yang nilainya jauh lebih panjang umur, yakni manusia-manusia yang tumbuh dari proses pembinaan dan keteladanan.
Karena itu, Rico menilai Wiriya Alrahman tidak hanya meninggalkan jejak pengabdian, tetapi juga melahirkan banyak pemimpin yang kini mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan Pemko Medan.
“Beliau tidak hanya meninggalkan karya, tetapi juga mencetak banyak pemimpin melalui arahan dan nasihat yang membentuk karakter para pejabat hari ini,” katanya.
Dalam birokrasi, jabatan memang memiliki masa berlaku. Namun, keteladanan tidak mengenal tanggal pensiun. Sebab, pengalaman yang dibagikan sering kali lebih berharga daripada tumpukan berkas yang pernah ditandatangani.
Rico juga menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak berhenti ketika seorang ASN meletakkan jabatan. Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki tetap dapat menjadi bekal untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, termasuk melalui dunia pendidikan maupun berbagai kegiatan sosial.
Mengakhiri sambutannya, Rico menyampaikan terima kasih atas dedikasi Wiriya Alrahman selama lebih dari 30 tahun mengabdi di Kota Medan. Ia juga mendoakan agar mantan Sekda tersebut senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan bersama keluarga.
“Sekarang waktunya Pak Sekda menikmati waktu luang. Kalau dulu jadwal selalu penuh dengan rapat dan pekerjaan, sekarang kalau mau keliling Indonesia sudah bisa. Semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan perlindungan Allah SWT,” ucap Rico disambut senyum para hadirin.
Sementara itu, Wiriya Alrahman mengenang perjalanan pengabdiannya selama 34 tahun di Balai Kota Medan sejak 1992. Baginya, suka dan duka yang dilalui selama bertugas merupakan bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia menilai berbagai capaian yang diraih Pemerintah Kota Medan tidak mungkin terwujud tanpa kekompakan seluruh jajaran, mulai dari pimpinan, kepala perangkat daerah, camat, hingga seluruh aparatur sipil negara.
“Tanpa kekompakan, kita tidak akan mampu menjalankan amanah dengan maksimal,” ujarnya.
Wiriya juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap atas kepercayaan yang diberikan selama dirinya menjabat sebagai Sekretaris Daerah.
Menurutnya, kepercayaan merupakan fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Tanpa kepercayaan, koordinasi dan kerja sama akan sulit terbangun.
“Selama satu setengah tahun ini, kami berusaha sebaik mungkin mendukung visi dan misi pimpinan demi kemajuan Kota Medan,” katanya.
Di penghujung sambutan, Wiriya bersama keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan atas segala kekhilafan maupun kekurangan selama menjalankan tugas.
“Sebagai manusia biasa tentu saya tidak luput dari kekurangan. Atas segala hal yang kurang berkenan, saya beserta keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tuturnya.
Acara pelepasan tersebut dihadiri para staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah, kepala bagian, direktur utama BUMD, serta camat se-Kota Medan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Wali Kota Medan kepada Wiriya Alrahman, dilanjutkan foto bersama dan saling bersalaman sebagai penanda berakhirnya satu perjalanan panjang pengabdian.
Sebab pada akhirnya, seorang birokrat boleh saja meninggalkan ruang kerjanya. Namun, nilai, pengalaman, dan teladan yang ditinggalkan akan terus bekerja jauh setelah meja dan kursinya ditempati oleh orang berikutnya.(***)







