CFD Perdana Hadir di Medan Belawan, Rico Waas: Bahagia dan Sehat Tak Boleh Berhenti di Pusat Kota

CFD Perdana Hadir di Medan Belawan, Rico Waas: Bahagia dan Sehat Tak Boleh Berhenti di Pusat Kota

Medan – Minggu pagi (2/8/2026) menjadi pemandangan yang berbeda di Jalan Sumatera, Medan Belawan. Jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan berubah menjadi ruang publik tempat ribuan warga berolahraga, bercengkerama, hingga berburu jajanan UMKM. Untuk pertama kalinya, Car Free Day (CFD) resmi digelar di kawasan pesisir utara Kota Medan.

Kegiatan hasil kolaborasi Kodaeral I Belawan dan Pemerintah Kota Medan bersama berbagai pemangku kepentingan ini menjadi penanda bahwa ruang sehat dan ruang bahagia tak harus selalu berada di jantung kota.

Selain mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, CFD perdana tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, HUT Kodaeral I Belawan ke-1, serta HUT Jalasenastri ke-80.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang hadir langsung menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, pemerataan pembangunan bukan hanya soal jalan, jembatan, atau gedung, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang bisa dinikmati seluruh warga tanpa memandang wilayah.

“Hari ini tentu menjadi kebahagiaan untuk kita semuanya. CFD yang biasa kita laksanakan hanya di inti Kota Medan, namun hari ini dilaksanakan juga di Medan Belawan. Saya ucapkan terima kasih kepada Kodaeral I Belawan dan seluruh stakeholder yang telah menggagas ide kreatif ini,” ujar Rico Waas.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangun budaya hidup sehat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro dan kecil yang membuka lapak selama kegiatan berlangsung.

“Harapannya kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja, tetapi terus berlanjut karena memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Medan Belawan,” katanya.

Kalau biasanya warga Belawan lebih akrab dengan lalu lalang truk dan aktivitas pelabuhan, kali ini yang memenuhi jalan justru langkah kaki para peserta senam, pesepeda, hingga keluarga yang menikmati pagi tanpa kebisingan kendaraan. Sesekali, kota memang butuh jeda untuk mengingatkan bahwa jalan raya juga bisa menjadi ruang bertemu, bukan sekadar tempat berlomba mencapai tujuan.

Sementara itu, Komandan Kodaeral I Belawan, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang memadati lokasi CFD.

Menurutnya, tingginya partisipasi warga menjadi bukti bahwa Belawan terus bergerak ke arah yang lebih positif dan semakin nyaman untuk dikunjungi.

“Ini adalah kegiatan pertama kita, dengan harapan Kota Belawan menjadi titik tolak kemajuan masa depan. Kehadiran masyarakat hari ini memberikan harapan baru bahwa Belawan yang dulu dikesankan mencekam, sekarang tidak lagi,” tegas Deny.

Ia menambahkan, seluruh pemangku kepentingan telah sepakat menjadikan Car Free Day sebagai agenda rutin. Awalnya kegiatan akan digelar sebulan sekali, kemudian ditingkatkan menjadi dua pekan sekali apabila antusiasme masyarakat terus terjaga.

Sepanjang pagi, kawasan Jalan Sumatera dipenuhi beragam aktivitas, mulai dari olahraga bersama, bakti kesehatan, hingga bazar UMKM yang menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Kolaborasi antara Pemko Medan, Kodaeral I Belawan, TNI, Polri, pelaku UMKM, dan masyarakat pun menjadi pesan penting bahwa membangun sebuah kawasan tidak selalu dimulai dari proyek besar. Kadang, perubahan justru lahir dari langkah-langkah sederhana: menutup jalan beberapa jam, membuka ruang untuk bertemu, lalu membiarkan optimisme tumbuh bersama.

Jika konsisten digelar, CFD Belawan bukan sekadar agenda olahraga setiap akhir pekan. Ia bisa menjadi simbol bahwa pembangunan Kota Medan benar-benar bergerak ke segala arah—bahwa sehat, bahagia, dan ruang publik yang nyaman bukan hak eksklusif warga pusat kota, melainkan milik seluruh masyarakat, dari Lapangan Merdeka hingga pesisir Belawan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *