India dan Sumatera Mau Makin Dekat, Semoga Bukan Cuma Dekat di Brosur

India dan Sumatera Mau Makin Dekat, Semoga Bukan Cuma Dekat di Brosur

Medan – Kalau selama ini orang Sumatera lebih akrab dengan tiket ke Kuala Lumpur atau Singapura, mungkin sudah waktunya melirik arah yagn sedikit lebih jauh, India.

Konsulat Jenderal India di Medan rupanya punya misi sederhana, tapi lumayan ambisius. Pada Senin 10 Agustus 2026 nanti mereka menggelar India- Sumatera Tourism Promotion Event di Grand Mercure Hotel Medan. Isinya bukan lomba joget Bollywood, bukan pula bazar kari sepuasnya, melainkan pertemuan serius antara pemerintah, pelaku pariwisata, maskapai, asosiasi perjalanan hingga industri wisata.

Tujuannya terdengar klasik: memperkuat kerja sama pariwisata, membuka peluang bisnis, dan mempererat hubungan masyarakat India dengan Sumatera.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya kedua wilayah ini punya banyak modal. India punya Taj Mahal, Himalaya, dan Bollywood. Sumatra punya Danau Toba, Bukit Lawang, Sabang, kopi kelas dunia, sampai kuliner yang level pedasnya kadang lebih dramatis daripada adegan film India.

Masalahnya memang bukan soal destinasi. Yang sering bikin hubungan wisata berjalan di tempat justru urusan konektivitas, promosi, dan paket perjalanan yang belum benar-benar saling mengenalkan.

Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Goel, mengatakan acara ini akan mempertemukan para operator tur dari India dan Sumatra agar mereka bisa memahami peluang sekaligus tantangan dalam meningkatkan kunjungan wisata kedua belah pihak.

Bahasa sederhananya, sebelum mengajak wisatawan datang, para pelaku wisatanya harus saling kenal dulu. Sulit menjual destinasi kalau yang jualan saja belum pernah duduk semeja.

Siapa tahu setelah forum ini, wisatawan India tak hanya mengenal Bali, tetapi juga mulai memasukkan Danau Toba, Nias, atau Bukit Lawang ke daftar liburannya. Sebaliknya, masyarakat Sumatra mungkin mulai melirik Jaipur, Kerala, atau Varanasi, bukan hanya lewat film Bollywood yang tayang saat libur Lebaran.

Semoga hasil pertemuan ini tidak berhenti sebagai foto bersama berlatar belakang spanduk besar bertuliskan Tourism Promotion. Sebab yang dibutuhkan dunia pariwisata bukan hanya seminar yang sukses, tetapi juga penerbangan yang makin mudah, paket wisata yang menarik, dan wisatawan yang benar-benar datang membawa koper—bukan sekadar membawa harapan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *