Rico Waas Dukung SM Amin Jadi Nama Jalan di Medan: Layak, Bukan Sekadar Nama di Plang
MEDAN – Nama SM Amin kembali masuk dalam perbincangan soal penamaan jalan di Kota Medan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungannya agar nama tokoh yang pernah menjadi Gubernur Sumatera Utara tersebut diabadikan menjadi nama jalan di Medan, Jumat 18 September 2026.
Bagi Rico, usulan tersebut bukan perkara mengganti tulisan di sebuah papan nama jalan. Ada sejarah dan penghormatan terhadap tokoh yang dinilai memiliki jasa bagi daerah di baliknya.
“Sudah sangat layak,” kata Rico didampingi Kadishub Medan, Irsan Idris Nasution, Kadis SDABMBK Khairul Azmi, Kadis Perkimcikataru Jhon Ester Lase serta Kabag Hukum Junaidi Sanjaya saat menyampaikan pandangannya terkait rencana menjadikan nama SM Amin sebagai nama jalan di Kota Medan.
Dukungan tersebut sekaligus membuka kembali pembicaraan mengenai bagaimana pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi terhadap perjalanan sejarah Sumatera Utara.
SM Amin sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh pemerintahan yang pernah memimpin Sumatera Utara. Pengabadian namanya sebagai nama jalan dinilai menjadi salah satu bentuk penghormatan sekaligus cara menjaga ingatan sejarah di tengah perkembangan Kota Medan.
Bagi Rico, nama jalan tidak semestinya hanya menjadi penunjuk arah bagi pengendara.
Nama yang tertera di sebuah ruas jalan juga dapat menjadi pengingat bahwa ada tokoh, peristiwa dan sejarah yang pernah menjadi bagian dari perjalanan daerah.
Namun, tentu ada satu pekerjaan rumah: memastikan masyarakat mengetahui siapa sebenarnya SM Amin.
Sebab, jangan sampai nanti namanya sudah terpampang besar di papan jalan, tetapi ketika ditanya siapa SM Amin, jawabannya malah, “Entah, Pak. Saya kira nama jalan biasa.”
Di sinilah pentingnya pengabadian nama tokoh dibarengi dengan edukasi sejarah.
Jika benar direalisasikan, penamaan jalan SM Amin di Medan bukan hanya soal mengganti papan nama, tetapi juga bisa menjadi momentum memperkenalkan kembali sejarah tokoh daerah kepada generasi muda.
Pada akhirnya, sebuah nama jalan memang tidak akan menyelesaikan persoalan kota. Jalan tetap harus mulus, drainase tetap harus berfungsi, lampu jalan tetap harus menyala dan lalu lintas tetap harus diatur.
Tetapi sebuah nama yang memiliki sejarah setidaknya mengingatkan warga bahwa pembangunan kota hari ini tidak lahir dari ruang kosong.
Ada orang-orang sebelum kita yang pernah bekerja, mengabdi dan meninggalkan jejak.
Dan jika nama SM Amin akhirnya benar-benar menghiasi salah satu ruas jalan di Kota Medan, setidaknya sejarah tidak hanya tersimpan di buku—tetapi ikut dilewati setiap hari oleh warga kota.






