Rico Waas ke Duta GenRe: Jangan Cuma Pakai Selempang, Harus Berdampak
MEDAN – Selempang boleh melintang di dada, gelar boleh terpampang di nama, tetapi tugas Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Medan tidak berhenti pada urusan tampil keren di depan kamera.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas justru mengingatkan para Duta GenRe agar tidak cepat puas hanya karena menyandang gelar. Mereka dituntut hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang mengancam generasi muda.
Pesan itu disampaikan Rico saat menerima audiensi Pengurus Cabang Forum GenRe Indonesia Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (18/9/2026).
Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Medan sekaligus Bunda GenRe Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas.
Rico menegaskan, Duta GenRe seharusnya menjadi penggerak di kalangan anak muda. Bukan sekadar simbol atau penghias acara seremonial.
“Saya minta Duta GenRe tidak hanya membawa selempang saja, namun juga harus bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Rico.
Menurutnya, para Duta GenRe harus aktif mengadvokasi rekan-rekan sebaya mengenai berbagai persoalan, termasuk membentengi diri dari perilaku seks bebas dan penyalahgunaan narkoba, mencegah pernikahan dini, serta mendorong generasi muda memiliki tujuan dan masa depan yang jelas.
Selempang Bukan Tiket untuk Berhenti Bergerak
Pesan Rico sebenarnya cukup sederhana: jangan sampai selempang lebih aktif daripada pemiliknya.
Menjadi Duta GenRe bukan sekadar memenangkan pemilihan, mengikuti agenda pemerintahan, menghadiri kegiatan, lalu berfoto dengan selempang terbaik.
Ada tanggung jawab sosial yang ikut melekat.
Para Duta GenRe diharapkan mampu menjadi teman sebaya yang bisa menyampaikan informasi, mengajak berdiskusi dan memberikan pemahaman kepada anak muda mengenai pentingnya merencanakan masa depan.
Sebab berbagai persoalan generasi muda tidak selalu selesai dengan seminar dan spanduk kampanye.
Kadang, yang dibutuhkan justru teman sebaya yang mau mendengar, berdiskusi dan memberikan contoh.
Rico juga mengingatkan para Duta GenRe agar memiliki mental tangguh dan karakter kuat.
“Kalian sebagai Duta GenRe tentunya sudah menyiapkan rencana untuk masa depan. Namun kalian juga harus siap menghadapi realitas kehidupan yang kemungkinan akan terjadi,” pesannya.
Artinya, punya rencana memang penting. Tetapi hidup terkadang punya agenda sendiri yang tidak tercantum dalam proposal.
Karena itu, generasi muda harus memiliki kesiapan mental menghadapi berbagai kemungkinan, sekaligus tetap berpegang pada nilai dan tujuan hidup.
Bersiap ke Jambore Ajang Kreativitas
Sementara itu, Ketua Forum GenRe Kota Medan Dio Ferdiansyah mengatakan, audiensi tersebut selain menjadi ajang silaturahmi juga untuk memohon doa dan dukungan dari Wali Kota Medan dan Bunda GenRe Kota Medan.
Duta GenRe Kota Medan akan mengikuti Jambore Ajang Kreativitas pada 20–22 September 2026.
Menurut Dio, Forum GenRe Kota Medan telah mengutus sejumlah perwakilan untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
“Kami sudah mengutus perwakilan untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional, termasuk dalam mengikuti Jambore Ajang Kreativitas yaitu forum berkumpulnya ribuan anak muda kreatif dan produktif se-Indonesia,” ungkapnya.
Audiensi tersebut turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan M. Sofyan, Plt Kepala Dinas P3APMP2KB Kota Medan Vianti Dewi Nasution, serta Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas P3APMP2KB Kota Medan Elviyanti Pohan.
Pada akhirnya, pesan Wali Kota Medan tersebut menjadi pengingat bahwa menjadi Duta GenRe bukan sekadar soal siapa yang paling pantas mengenakan selempang.
Yang jauh lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah selempang itu terpasang.
Sebab masyarakat tidak membutuhkan sekadar duta yang terlihat hebat di panggung.
Masyarakat membutuhkan anak muda yang mau turun tangan, mengajak teman sebayanya menjauhi perilaku berisiko, berani menyuarakan hal positif, dan membantu generasi muda memiliki arah masa depan.
Selempang bisa dilepas setelah acara selesai. Tetapi tanggung jawab sebagai teladan seharusnya tidak ikut dilepas.(***)






