Budi Doremi Bikin PRSU Jadi Tempat Nostalgia Massal, Kawula Muda Medan Kompak Bernyanyi Sampai Lupa Besok Kerja
Medan (LintasMedan) – Jumat malam (24/7/2026) di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) bukan sekadar malam konser. Bagi ribuan penonton yang memadati area panggung, malam itu berubah menjadi ajang “curhat berjamaah” yang dibungkus dalam alunan lagu-lagu Budi Doremi.
Begitu Budi Doremi melangkah ke atas panggung, suasana yang semula riuh langsung berubah menjadi paduan suara raksasa. Mikrofon seolah hanya pelengkap, karena ribuan kawula muda Medan sudah siap mengambil alih tugas menyanyikan setiap lirik yang mereka hafal di luar kepala.
Lagu Mesin Waktu menjadi salah satu momen paling menggetarkan. Sejenak, PRSU seperti berubah menjadi mesin yang benar-benar membawa penonton kembali ke masa lalu. Ada yang bernyanyi sambil tersenyum, ada yang menatap kosong ke langit malam, entah sedang mengingat mantan, sahabat lama, atau mungkin cicilan yang belum lunas. Yang jelas, setiap orang tampaknya punya cerita sendiri.
Suasana emosional berlanjut saat Tolong dan Melukis Senja mengalun. Ribuan suara menyatu, menciptakan pemandangan yang sulit dibedakan, mana yang sedang menikmati konser dan mana yang sedang mengenang bab kehidupan yang belum sepenuhnya selesai. Untung saja yang hadir membawa hati, bukan tisu satu kardus.
Namun, Budi Doremi rupanya paham betul bahwa hidup tak melulu soal mengenang masa lalu. Di tengah suasana yang mulai sendu, ia memberi kejutan dengan membawakan lagu lawas Yang Penting Happy yang pernah dipopulerkan Jamal Mirdad.
Seketika suasana berubah total. Kalau sebelumnya penonton sibuk memeluk kenangan, kini mereka kompak berjoget. Irama dangdut kampung yang ceria sukses mengusir galau dalam hitungan detik. Bahkan, beberapa yang tadinya bernyanyi sambil menunduk kini sudah bergoyang tanpa peduli siapa yang merekam. Toh, yang penting happy.
Konser malam itu menunjukkan satu hal sederhana. Musik yang lahir dari kejujuran selalu menemukan jalannya menuju hati pendengar. Lagu-lagu Budi Doremi bukan hanya didengar, tetapi juga menjadi teman perjalanan hidup banyak orang, menemani jatuh bangun, rindu, kehilangan, hingga harapan.
Penampilan Budi Doremi pun menjadi salah satu suguhan paling berkesan dalam rangkaian PRSU tahun ini. Penonton pulang bukan hanya membawa foto dan video di ponsel, tetapi juga kenangan baru. Dan kalau masih ada yang belum move on setelah konser usai, setidaknya malam itu mereka sadar bahwa ternyata mereka tidak galau sendirian.(***)







