Hari Hindi 2026 di Medan, India dan USU Perkuat Diplomasi Budaya dan Pendidikan

Hari Hindi 2026 di Medan, India dan USU Perkuat Diplomasi Budaya dan Pendidikan

MEDAN — Bahasa rupanya memang tidak mengenal pagar negara. Ia bisa menyeberang dari India ke Indonesia, masuk kampus, dibacakan lewat puisi, lalu berakhir menjadi jembatan persahabatan. Itulah yang terlihat dalam perayaan Hari Hindi 2026 yang digelar Konsulat Jenderal India di Medan bersama Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU).

Kegiatan berlangsung di Auditorium USU pada Senin, 14 September 2026, sebagai bagian dari semangat Tahun Tagore-Dewantara Diplomasi Budaya dan Pendidikan India-Indonesia.

Perayaan tersebut mengangkat bahasa Hindi sebagai salah satu medium yang menghubungkan kekayaan budaya India dengan masyarakat internasional, sekaligus menjadi ruang mempererat hubungan budaya dan pendidikan antara India dan Indonesia.

Hadir dalam kegiatan itu H.E. Mr. Ravi Shanker Goel, Konsul Jenderal India di Medan, serta Dr. Pujiono, Dekan FIB USU, bersama Wakil Dekan I, II, dan III FIB USU.

Acara juga diikuti anggota diaspora India, Friends of India, mahasiswa, akademisi hingga media lokal. Komposisi peserta tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi budaya tidak melulu berlangsung di ruang pertemuan pejabat. Kadang, ia justru tumbuh dari ruang kuliah, panggung seni, dan percakapan mahasiswa.

Hindi Dibawa ke Panggung Kampus

Perayaan Hari Hindi tahun ini diisi dengan pembacaan puisi dalam bahasa Hindi yang mendapat sambutan hangat dari para peserta.

Suasana kemudian semakin meriah melalui pertunjukan budaya yang dibawakan oleh Brigjen Katamso dan Universitas Sumatera Utara.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari pesan yang lebih besar: hubungan India dan Indonesia tidak hanya dibangun melalui kerja sama formal antarpemerintah, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, pendidikan, seni dan kebudayaan.

Bahasa dalam konteks ini bukan sekadar kumpulan kosakata dan tata bahasa. Ia menjadi pintu masuk untuk mengenal cara berpikir, sejarah, sastra, serta kebudayaan suatu bangsa.

Dan untuk urusan diplomasi, pendekatan semacam ini boleh dibilang cukup cerdas. Sebab orang bisa lupa isi pidato, tetapi sering kali lebih mudah mengingat sebuah puisi atau pertunjukan yang membuat mereka tersenyum.

Memperingati Bahasa Hindi

Hari Hindi diperingati setiap tahun pada 14 September. Peringatan tersebut berkaitan dengan keputusan pada 1949 yang mengadopsi bahasa Hindi dalam aksara Devanagari sebagai salah satu bahasa resmi Uni India.

Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mempromosikan pembelajaran dan apresiasi terhadap bahasa Hindi serta memperkenalkan keberagaman linguistik dan budaya India.

Di Medan, perayaan Hari Hindi 2026 mendapat konteks yang lebih luas karena diselenggarakan bersama USU dalam kerangka penguatan diplomasi budaya dan pendidikan India-Indonesia.

Melalui kegiatan semacam ini, hubungan dua negara tidak berhenti pada urusan perdagangan, investasi atau kerja sama pemerintahan. Ada pula jalur budaya yang bekerja lebih pelan, tetapi sering kali justru lebih dekat dengan masyarakat.

Dari bahasa, puisi dan seni, persahabatan dua bangsa kembali menemukan ruangnya.

Dan untuk sekali ini, tidak ada istilah “salah bahasa”. Yang ada justru satu bahasa yang sama-sama dipahami: bahasa persahabatan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *