Ironis! Pos Siskamling di Jalan Multatuli Medan Diduga Jadi Lapak Sabu dan Ganja

Ironis! Pos Siskamling di Jalan Multatuli Medan Diduga Jadi Lapak Sabu dan Ganja

MEDAN – Pos siskamling semestinya menjadi tempat warga menjaga keamanan lingkungan. Namun, di kawasan Jalan Multatuli, Medan, sebuah pos yang seharusnya menjadi simbol kewaspadaan justru diduga dimanfaatkan sebagai tempat transaksi narkotika jenis sabu dan ganja. Ironisnya, tempat yang mestinya ikut menjaga kampung malah diduga menjadi bagian dari persoalan yang harus diberantas.

Temuan itu terungkap saat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan bersama tim gabungan menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan narkoba, Selasa (20/10/2026) siang.

Penggerebekan yang dipimpin Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, tersebut bermula dari pemeriksaan sebuah rumah yang dicurigai menjadi tempat menggunakan narkotika.

Petugas mengamankan seorang pria berinisial HG (53), yang diduga sebagai pengguna narkoba. Setelah melakukan penggeledahan di rumah tersebut, polisi melanjutkan pemeriksaan ke sejumlah lokasi lain yang dicurigai berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Hasilnya, petugas menemukan satu paket sabu dan tujuh paket ganja di sebuah pos siskamling di kawasan tersebut.

“Kami temukan satu paket sabu dan tujuh paket ganja di pos siskamling. Pos ini kami duga sengaja digunakan sebagai tempat transaksi narkoba,” ungkap Rafli.

Temuan itu tentu mengundang keprihatinan. Sebab, jika dugaan tersebut terbukti, fungsi pos siskamling telah bergeser jauh dari tujuan awalnya. Dari tempat warga berjaga-jaga, malah diduga menjadi lokasi transaksi barang terlarang.

Tentu saja, pos ronda bukan pihak yang bersalah. Namun, siapa pun yang memanfaatkan fasilitas lingkungan untuk aktivitas ilegal harus berhadapan dengan hukum. Nama siskamling jangan sampai ikut tercoreng hanya karena ulah orang-orang yang diduga mencari keuntungan dari peredaran narkoba.

Pelaku Kabur, Polisi Kantongi Identitas

Dalam penggerebekan tersebut, sejumlah orang yang diduga terlibat memilih melarikan diri dengan melompat ke sungai. Salah satunya diduga merupakan pemilik narkotika yang ditemukan di pos siskamling.

Aksi kabur itu membuat petugas belum berhasil mengamankan seluruh orang yang dicurigai terlibat. Meski demikian, polisi mengaku telah mengantongi identitas para pelaku yang melarikan diri.

“Sejumlah pelaku melarikan diri dengan melompat ke sungai, namun identitasnya sudah kami kantongi dan akan kami kejar,” tegas Rafli.

Pelarian melalui sungai mungkin membuat pengejaran menjadi lebih menantang. Namun, bagi polisi, kabur dari lokasi penggerebekan bukan berarti persoalan selesai. Penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat tetap berlanjut.

Ke depan, pengungkapan kasus ini juga perlu ditindaklanjuti dengan penelusuran asal-usul barang bukti, dugaan jaringan pemasok, serta pihak yang bertanggung jawab atas pemanfaatan pos siskamling tersebut.

Sebab, menangkap pengguna atau menyita paket narkoba saja belum cukup untuk memutus mata rantai peredaran. Jaringan yang memasok dan mengedarkan barang haram itu juga harus diungkap.

Multatuli dalam Pantauan Polisi

Satresnarkoba Polrestabes Medan menegaskan komitmennya untuk membersihkan kawasan Multatuli dari peredaran narkotika. Kawasan tersebut kini menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian petugas.

Rafli menyebut pemberantasan narkoba harus dilakukan melalui kerja sama antara kepolisian dan masyarakat. Selain penindakan terhadap jaringan peredaran, pengguna narkoba juga perlu mendapatkan penanganan dan pemulihan yang tepat.

“Komitmen kami bersama, ingin membersihkan narkoba dari tempat ini. Pulihkan pengguna narkoba, putus mata rantai bandar narkoba, polisi bersama masyarakat,” pungkasnya.

Upaya tersebut tentu membutuhkan konsistensi, bukan sekadar penggerebekan sesaat. Pengawasan lingkungan, keberanian warga melaporkan aktivitas mencurigakan, serta tindak lanjut penegakan hukum menjadi bagian penting agar kawasan itu tidak kembali dimanfaatkan sebagai tempat peredaran narkoba.

Sebab, keamanan lingkungan bukan hanya urusan polisi atau petugas ronda. Warga juga punya peran untuk memastikan fasilitas bersama benar-benar menjalankan fungsinya.

Jangan sampai pos siskamling yang mestinya menjadi tempat mengawasi lingkungan justru membuat lingkungan perlu diawasi lebih ketat. Di Multatuli, pekerjaan rumahnya kini bukan hanya membersihkan narkoba, tetapi juga memastikan setiap sudut lingkungan kembali pada fungsi semestinya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *