Janji Bapenda Kota Medan: Jangan Cuma Dipajang di Dinding, Tapi Hidup di Loket Pelayanan

Janji Bapenda Medan: Jangan Cuma Dipajang di Dinding, Tapi Hidup di Loket Pelayanan

Di setiap kantor pemerintahan biasanya ada satu benda yang paling rajin dibaca masyarakat saat antre: maklumat pelayanan. Tulisan yang isinya penuh janji baik, mulai dari pelayanan profesional, transparan, hingga siap menerima sanksi jika tidak sesuai standar.

Bapenda Kota Medan pun tak mau ketinggalan. Melalui Maklumat Pelayanan yang ditandatangani Kepala Bapenda Kota Medan, Dr. M. Agha Novrian, S.STP., M.Si., ditegaskan bahwa seluruh jajaran berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Kalimatnya terdengar sederhana, tetapi maknanya cukup berat. Sebab masyarakat sebenarnya tidak membutuhkan janji yang berulang. Yang mereka cari adalah urusan selesai tanpa dipingpong, informasi jelas tanpa harus menebak-nebak, dan pelayanan yang ramah tanpa melihat siapa yang datang.

Yang menarik, dalam maklumat tersebut Bapenda bahkan menyatakan siap menerima sanksi apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Ini tentu bukan sekadar kalimat pemanis yang dipasang dalam bingkai. Justru di sinilah publik berharap komitmen itu benar-benar menjadi pegangan setiap petugas, mulai dari meja informasi hingga loket terakhir.

Karena pelayanan publik ibarat membayar pajak. Masyarakat sudah memenuhi kewajibannya, maka mereka juga berhak mendapatkan pelayanan yang cepat, jelas, dan adil. Jangan sampai slogan “Pelayanan Prima adalah Komitmen Kami” hanya terdengar prima di spanduk, tetapi masih tersendat saat berhadapan dengan kenyataan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Bapenda bukan ditentukan oleh seberapa bagus desain maklumat pelayanan yang terpajang di dinding. Ukurannya jauh lebih sederhana: senyum yang tulus, proses yang tidak berbelit, kepastian yang jelas, dan masyarakat yang pulang tanpa membawa rasa kesal.

Kalau semua itu benar-benar berjalan, masyarakat mungkin tidak akan lagi mengingat isi maklumat pelayanan. Sebab mereka sudah merasakannya langsung. Dan itu adalah bentuk promosi terbaik bagi sebuah instansi pemerintah.

Karena pelayanan yang baik tidak butuh banyak kata. Cukup dibuktikan setiap hari.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *