QResto Hadir, Bapenda Medan Bilang: Yang Ribet Biar Masa Lalu Saja

QResto Hadir, Bapenda Medan Bilang: Yang Ribet Biar Masa Lalu Saja

Medan – Ada satu kebiasaan yang sering membuat pelaku usaha menghela napas panjang setiap akhir bulan: menghitung omzet, mencatat transaksi, lalu menghitung lagi berapa pajak yang harus dibayar. Salah hitung sedikit, deg-degan. Terlambat setor, tambah pusing.

Nah, Bapenda Kota Medan tampaknya ingin mengakhiri drama administrasi itu lewat QResto (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization), sebuah sistem pembayaran digital hasil kolaborasi bersama Bank Indonesia dan Bank Sumut.

Konsepnya sederhana. Kalau pelanggan cukup memindai QRIS untuk membayar makanan atau minuman, kenapa urusan pajaknya masih harus dihitung pakai kalkulator berkali-kali?

Melalui QResto, setiap transaksi yang dibayar pelanggan langsung dipisahkan secara otomatis. Pajak restoran ikut terhitung dan tersetor sesuai transaksi yang terjadi. Jadi, pelaku usaha tidak lagi disibukkan dengan mencatat omzet satu per satu atau menghitung pajak secara manual.

Kalau dulu akhir bulan identik dengan tumpukan nota di meja kasir, sekarang yang bekerja justru sistemnya. Pemilik usaha bisa lebih fokus memikirkan cara menambah pelanggan, bukan sibuk mencari struk yang entah terselip di mana.

Bagi Bapenda Kota Medan, QResto bukan sekadar aplikasi baru yang menambah daftar inovasi. Sistem ini menjadi langkah menuju pengelolaan pajak daerah yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Semua transaksi tercatat secara otomatis sehingga potensi kesalahan perhitungan maupun keterlambatan pembayaran bisa ditekan.

Satire kecilnya begini. Di zaman sekarang, orang memesan kopi lewat aplikasi, membayar parkir cukup dengan memindai barcode, bahkan membeli jajanan kaki lima pun sudah pakai QRIS. Masa urusan pajak masih ingin hidup di era buku besar dan kalkulator?

Dengan QResto, laporan transaksi langsung masuk ke dalam sistem. Tidak ada lagi cerita lupa mencatat omzet, salah menghitung besaran pajak, atau baru ingat kewajiban setelah jatuh tempo. Semuanya berjalan otomatis sesuai transaksi yang benar-benar terjadi.

Bapenda Kota Medan pun mengajak seluruh pelaku usaha restoran dan kafe untuk memanfaatkan QResto. Selain membuat administrasi usaha lebih rapi dan profesional, penggunaan sistem ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Kota Medan melalui kepatuhan membayar pajak.

Karena pada akhirnya, teknologi diciptakan bukan untuk membuat hidup semakin rumit. Justru sebaliknya, agar pelaku usaha bisa lebih fokus mengembangkan bisnis, sementara urusan pajak berjalan dengan cepat, transparan, dan tanpa drama. Kalau sistem sudah bisa bekerja sendiri, mengapa masih memilih cara yang membuat kepala ikut berasap?(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *