Rico Waas Gerak Cepat Tangani Banjir Medan, BPBD Siaga hingga Damkar Bersihkan Lumpur
MEDAN – Banjir tak hanya meninggalkan genangan, tetapi juga pekerjaan rumah berupa lumpur, sampah, dan aktivitas warga yang terganggu. Pemerintah Kota (Pemko) Medan pun bergerak melakukan penanganan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jajaran kewilayahan, hingga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) turun langsung membantu masyarakat terdampak banjir sejak Rabu (28/10/2026) malam hingga Kamis (29/10/2026).
Rico mengatakan, BPBD bersama jajaran kewilayahan telah bersiaga sejak pukul 21.30 WIB pada Rabu malam. Petugas dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, menyalurkan makanan, serta memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penanganan berlanjut hingga Kamis pagi, terutama di kawasan permukiman yang masih tergenang atau menyisakan endapan lumpur setelah air surut. Untuk mempercepat pemulihan lingkungan, Rico meminta Damkarmat turut membersihkan kawasan terdampak agar warga bisa kembali beraktivitas.
“Saya minta kepada Damkarmat untuk membantu membersihkan sehingga memudahkan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa membantu,” kata Rico usai menghadiri Forum Digitalisasi Bapenda Kota se-Indonesia di Grand City Hall, Jalan Balai Kota Medan, Kamis (29/10/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan pascabanjir yang tidak cukup hanya menunggu air surut. Sebab, ketika genangan mulai menghilang, persoalan lain justru muncul: lumpur menutup jalan, halaman rumah kotor, dan warga harus bekerja ekstra membersihkan sisa banjir. Air boleh pergi, tetapi urusan yang ditinggalkannya belum tentu ikut hanyut.
Rico menegaskan, kesiapsiagaan petugas harus tetap terjaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, terutama apabila hujan turun dengan intensitas tinggi. Koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran kewilayahan juga diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ia secara khusus mengingatkan warga yang tinggal di dekat aliran sungai agar meningkatkan kewaspadaan. Perubahan debit air dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi masyarakat yang bermukim di kawasan rawan banjir.
“Kita juga harus tetap waspada, terutama masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai. Memang harus berhati-hati,” tegasnya.
Rico juga menginstruksikan jajaran kewilayahan agar segera mengarahkan warga di sekitar aliran sungai untuk mengungsi apabila kondisi dinilai membahayakan. Evakuasi, menurut arahan tersebut, harus dilakukan sebelum situasi memburuk, bukan setelah warga terjebak dan pertolongan menjadi semakin sulit.
Dalam situasi seperti ini, kecepatan respons pemerintah menjadi penting. Namun, penanganan banjir bukan semata-mata soal seberapa cepat petugas datang ketika air sudah naik. Kesiapan menghadapi potensi bencana, penyampaian informasi kepada warga, serta langkah antisipasi di kawasan rawan juga menjadi bagian penting dari pelayanan publik.
Melalui koordinasi BPBD, jajaran kewilayahan, dan Damkarmat, Pemko Medan terus melakukan penanganan di lokasi terdampak. Bantuan bagi warga, evakuasi jika diperlukan, dan pembersihan lingkungan menjadi langkah awal untuk memulihkan aktivitas masyarakat.
Gerak cepat tersebut patut menjadi bagian dari upaya melindungi warga. Namun, bagi masyarakat yang setiap kali hujan harus bersiap menghadapi genangan, harapan tentu tidak berhenti pada kehadiran petugas setelah banjir terjadi. Warga juga membutuhkan upaya pencegahan dan penanganan yang berkelanjutan agar hujan tidak selalu menghadirkan kecemasan baru.
Sebab, ukuran keberhasilan penanganan banjir bukan hanya seberapa cepat lumpur dibersihkan setelah air surut, melainkan juga seberapa serius pemerintah mengurangi risiko agar warga tidak terus-menerus berhadapan dengan persoalan yang sama.
Air memang tidak bisa diperintah untuk berhenti turun. Namun, kesiapsiagaan, mitigasi, dan pelayanan pemerintah semestinya bisa terus ditingkatkan agar warga tidak merasa harus berdamai dengan banjir setiap kali hujan datang.(***)






