Wawali Bekasi Apresiasi Kreativitas Siswa dalam Drama Kolosal Budaya

Bekasi8 Dilihat

KOTA BEKASI – Kamis, 23 April 2026, suasana di SMPN 38 Kota Bekasi mendadak berubah jadi “panggung Nusantara dadakan.” Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, hadir langsung menyaksikan pagelaran drama kolosal bertajuk Cakrawala Budaya Nusantara. Bersama beliau, tampak pula Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, jajaran camat dan lurah, unsur Forkopimda, hingga para orang tua yang diam-diam mungkin lebih tegang dari anaknya yang tampil di panggung.

Kehadiran para pejabat ini tentu bukan sekadar formalitas duduk manis sambil tepuk tangan. Ini adalah bentuk dukungan nyata—atau setidaknya, versi paling resmi dari “kami bangga padamu, Nak” dalam skala pemerintahan. Dan harus diakui, siswa-siswi tampil total. Kostum warna-warni, dialog penuh semangat, dan ekspresi yang kadang lebih dramatis dari sinetron jam prime time.

Drama kolosal yang dibawakan mengangkat kekayaan budaya Nusantara. Dari tarian, cerita rakyat, hingga nuansa tradisi yang dikemas sedemikian rupa, membuat penonton sejenak lupa bahwa ini sebenarnya bagian dari ujian praktik. Ya, ujian—yang biasanya identik dengan kertas soal dan wajah tegang—kali ini tampil lebih artistik dan, boleh dibilang, jauh lebih Instagramable.

Tak hanya itu, program Echo-Fashion Creative juga ikut meramaikan suasana. Para siswa menunjukkan bahwa kreativitas bisa sejalan dengan kepedulian lingkungan. Jadi, kalau biasanya kita melihat sampah sebagai masalah, di sini justru berubah jadi karya yang bikin orang mikir dua kali sebelum buang plastik sembarangan.

Di sisi kuliner, pengunjung dimanjakan dengan berbagai makanan khas Nusantara. Rempah-rempah tradisional hadir bukan hanya sebagai bumbu, tapi juga sebagai pengingat bahwa makanan sehat itu sebenarnya sudah lama ada—hanya saja kalah populer dari jajanan viral yang antreannya lebih panjang dari niat diet.

Sejumlah stan dari SMK pun ikut ambil bagian, memamerkan keterampilan teknis siswa. Dari teknologi hingga vokasi, semuanya ditampilkan dengan penuh percaya diri—mengingatkan bahwa masa depan tidak hanya milik mereka yang pintar teori, tapi juga yang terampil praktik.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan harapannya agar siswa tidak hanya mengembangkan bakat seni, tetapi juga memahami pentingnya budaya, inovasi, dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah pesan yang terdengar serius, tapi disampaikan di tengah suasana yang hangat dan penuh semangat.

Akhirnya, acara ini membuktikan satu hal sederhana: pendidikan tidak harus selalu kaku. Kadang, dengan sedikit drama (dalam arti yang baik), sedikit kreativitas, dan sedikit keberanian tampil, belajar bisa terasa jauh lebih hidup. Dan mungkin, di antara tepuk tangan dan tawa hari itu, ada satu-dua siswa yang pulang dengan perasaan: “Oh, ternyata sekolah juga bisa seru ya.”(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *