matabangsa.com – Sibolga:Madrasah Aliyah Negeri Sibolga secara resmi melaksanakan Ujian Madrasah tahun ajaran 2024/2025 dengan menggunakan aplikasi Madaris berbasis Android. Pelaksanaan ujian yang berlangsung mulai 10 Maret hingga 20 Maret ini diikuti oleh 201 siswa kelas XII dan dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (KaKanKemenag) Kota Sibolga, Muhammad Rosyadi Lubis. Kegiatan pembukaan yang digelar di halaman madrasah ini turut dihadiri oleh Kasi Penmad, Pengawas Madrasah, para guru dan staf madrasah, yang hadir sebagai bentuk dukungan moral bagi peserta ujian.
Dalam sambutannya, Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan Ujian Madrasah tahun ini membawa inovasi penting dengan pemanfaatan teknologi digital dalam proses evaluasi siswa. Penggunaan aplikasi Madaris berbasis Android menjadi langkah progresif yang diambil MAN Sibolga untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelaksanaan ujian. Menurut Kepala MAN Sibolga, aplikasi ini tidak hanya mempermudah proses distribusi soal dan pengumpulan jawaban, tetapi juga memastikan akurasi hasil ujian secara lebih optimal.
Baca Juga: Kepala MAN 2 Padangsidimpuan Buka Secara Resmi Pelaksanaan Ujian Madrasah 2025
“Ujian berbasis digital ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan aplikasi Madaris, siswa akan lebih terbiasa menghadapi ujian berbasis teknologi yang kini semakin marak digunakan di berbagai jenjang pendidikan tinggi maupun dunia kerja,” ujar Nurul. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihak madrasah telah melakukan berbagai persiapan matang untuk memastikan kelancaran ujian. Selain membekali siswa dengan materi yang sesuai kurikulum, MAN Sibolga juga mengadakan simulasi ujian berbasis aplikasi guna melatih siswa agar terbiasa menggunakan teknologi tersebut.
“Kami memahami bahwa tidak semua siswa memiliki pengalaman dengan ujian berbasis aplikasi. Karena itu, simulasi menjadi langkah penting agar mereka merasa lebih nyaman dan percaya diri saat menghadapi ujian sebenarnya,” jelasnya. Dalam hal konten ujian, MAN Sibolga memastikan bahwa soal-soal yang diujikan telah disusun secara cermat oleh para guru berdasarkan kisi-kisi yang mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 Tahun 2019 dan KMA Nomor 450 Tahun 2024.
Kisi-kisi tersebut dirancang untuk mengukur capaian pembelajaran siswa pada berbagai aspek, termasuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dengan demikian, soal yang dihadirkan tidak hanya menguji pemahaman teori, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis, serta penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat menekankan pentingnya penyusunan soal yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga menguji kemampuan berpikir logis dan analitis siswa. Dengan cara ini, lulusan MAN Sibolga diharapkan mampu bersaing di dunia pendidikan yang terus berkembang,” ungkap Nurul.
Baca Juga: Kepala MIN Toba Samosir Tekankan Moderasi Beragama Sebagai Pilar Keharmonisan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kota Sibolga, Muhammad Rosyadi Lubis, yang membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang diterapkan MAN Sibolga. Menurutnya, penggunaan aplikasi Madaris mencerminkan kesiapan madrasah dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi di dunia pendidikan. “Teknologi digital adalah bagian penting dalam proses pembelajaran saat ini. Dengan memanfaatkan aplikasi seperti Madaris, siswa tidak hanya terbiasa menggunakan perangkat digital, tetapi juga dilatih untuk mengatur waktu, fokus, dan disiplin dalam mengerjakan soal,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh siswa untuk menjadikan Ujian Madrasah ini sebagai momentum untuk membuktikan hasil belajar selama bertahun-tahun. Sementara itu, guru-guru MAN Sibolga yang terlibat dalam penyusunan soal turut berharap agar ujian ini menjadi wadah yang efektif dalam mengukur pencapaian siswa. Mereka juga menekankan pentingnya kejujuran dan integritas selama ujian berlangsung.
Baca Juga: Pramuka MAN Labuhanbatu Berbagi Takjil Gratis
Pelaksanaan Ujian Madrasah berbasis digital ini menjadi bukti nyata komitmen MAN Sibolga dalam menghadirkan inovasi di dunia pendidikan. Dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses evaluasi siswa, MAN Sibolga berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Kami ingin membekali siswa dengan keterampilan yang relevan di era digital. Harapannya, mereka tidak hanya sukses dalam ujian ini, tetapi juga memiliki pondasi kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan,” pungkas Nurul.






