PRSU Ke-49, Paviliun Pemkab Dairi Hadirkan Produk Pertanian, Wisata, dan Pertambangan

Nasional33 Dilihat

matabangsa.com – Medan: Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Ke-49 menghadirkan berbagai produk pertanian, wisata, dan pertambangan di paviliun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi. Acara ini memamerkan hasil pertanian, perkebunan, produk unggulan daerah, serta destinasi wisata dan potensi pertambangan yang dimiliki oleh kabupaten tersebut.

Di antara produk yang dipamerkan adalah tenun ulos khas silahisabungan dengan 15 motif yang berbeda dari tenun daerah lain di sekitar Danau Toba. Tenun ulos ini berasal dari Kecamatan Silahisabungan dan dipengaruhi oleh tiga budaya yaitu Pakpakbarat, Toba, dan Simalungun. Keunikan warna dan corak ulos Silahisabungan ini menjadikannya berbeda dan unik dibandingkan dengan ulos lainnya, seperti yang diungkapkan oleh Sampe Berutu, Konsultan Produksi Paviliun Pemkab Dairi.

Selain itu, paviliun juga menampilkan hasil pertanian dan perkebunan seperti jagung, arabika/robusta, jeruk, durian, kemiri, gambir, andaliman, aren, nilam, ubi jalar, tembakau, cabe merah, dan bawang merah. Data yang disampaikan oleh Sampe Berutu menunjukkan luas tanam dan hasil produksi dari berbagai komoditas tersebut.

Sampe Berutu berharap bahwa PRSU dapat menjadi ajang promosi bagi produk-produk unggulan daerah yang diproduksi oleh para pelaku usaha UMKM. Dengan melibatkan masyarakat dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara, bahkan Indonesia dan negara-negara tetangga, paviliun Kabupaten Dairi dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Sampe Berutu juga mengusulkan agar PRSU melibatkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan negara lainnya untuk turut serta dalam ajang bergengsi ini. Hal ini diharapkan dapat memperluas dampak promosi PRSU dan memperkuat daya tariknya.

Selain produk pertanian dan perkebunan, Pemkab Dairi juga memiliki potensi pariwisata yang menarik. Taman Wisata Imam Sitinjo menampilkan keunikan dan keragaman tempat ibadah dari enam agama di Indonesia, sementara Taman Wisata Alam Sicike-cike menjadi surga bagi flora dan fauna dengan ratusan jenis anggrek, kantong semar, bunga bangkai, karpet ganggang, dan lumut. Wisata Tao Silalahi merupakan bagian dari Geopark Kaldera Toba, yang juga dikenal dengan sebutan Silahisabungan Geosite.

Pemkab Dairi juga memiliki potensi pertambangan seperti timah, batu gamping, lempung, batu tuff, dan PLTA. Kabupaten Dairi berharap melalui PRSU ini, potensi sumber daya alam yang dimiliki dapat diekspos dan dikenal oleh daerah lain.

Sampe Berutu juga mengungkapkan harapannya agar semua elemen masyarakat mendukung program PRSU sebagai ajang promosi khusus untuk produk-produk hasil kerajinan masyarakat setempat. Dengan demikian, tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan bagi para pengrajin di berbagai daerah.

Sampe Berutu juga menyarankan agar PRSU dapat diadakan setidaknya dua kali dalam setahun, dan mengundang negara-negara tetangga untuk memeriahkan acara tersebut. Hal ini akan memberikan dampak yang lebih besar dalam mempromosikan produk-produk unggulan lokal dan meningkatkan citra PRSU sebagai ajang yang bergensi di Provinsi Sumatera Utara.

Dengan berbagai produk pertanian, wisata, dan pertambangan yang dipamerkan, PRSU Ke-49 di paviliun Pemkab Dairi menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal, mempromosikan, dan mengapresiasi potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut. Semoga PRSU ini dapat menjadi ajang yang sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan dan promosi daerah.(dave)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *