JAKARTA — Kota Bekasi kembali membuktikan diri bukan hanya jago bertahan dari panas dan macet, tapi juga piawai mengoleksi penghargaan. Dalam ajang TOP BUMD Awards 2026, Senin (13/4/26), Pemkot Bekasi tampil bak peserta yang sudah hafal jalur naik panggung—tinggal senyum, terima piala, lalu foto.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, ikut bersinar dengan menyabet gelar Top Pembina BUMD 2026. Sebuah penghargaan yang secara halus mengonfirmasi: di balik BUMD yang berprestasi, ada pembina yang rajin “menyiram”—entah itu ide, dorongan, atau sekadar reminder rapat.
Tak kalah menarik, deretan CEO BUMD Bekasi juga ikut naik kelas jadi “Top CEO”. Nama-nama seperti David Hendradjid Rahardja dari PT Mitra Patriot dan Ali Imam Faryadi dari Perumda Tirta Patriot Bekasi membuktikan bahwa jabatan direktur bukan hanya soal tanda tangan, tapi juga soal tampil prima saat musim penghargaan tiba.
BUMD lain pun tak mau ketinggalan. Mulai dari PT Sinergi Patriot Bekasi, BPRS Patriot Bekasi, hingga BLUD UPTD PALD Kota Bekasi, semuanya kebagian panggung. Seolah ada kesepakatan tak tertulis: kalau sudah datang, pulangnya jangan dengan tangan kosong.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa ini adalah hasil kerja keras bersama. Kalimat yang sudah menjadi “lagu wajib” setiap kali penghargaan diraih—dan memang, tanpa kerja keras, yang ada mungkin hanya kerja lembur.
Namun di balik euforia piala, ada pesan yang tak kalah penting: jangan cepat puas. Karena dalam dunia BUMD, mempertahankan prestasi seringkali lebih menantang daripada sekadar meraihnya. Ibarat langganan juara, ekspektasi publik kini otomatis naik level—dari “bagus” jadi “harus lebih bagus lagi”.
Ke depan, Pemkot Bekasi berkomitmen menjadikan BUMD sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Harapannya jelas: bukan hanya jago di panggung penghargaan, tapi juga tetap ngebut di lintasan pelayanan publik.
Dan kalau tren ini berlanjut, mungkin yang perlu dipikirkan berikutnya bukan hanya inovasi—tapi juga tempat penyimpanan piala yang lebih luas.






